Feeds:
Posts
Comments

Orang dalam, secara umum di negeri tercinta ini sangat identik dengan Nepotisme.

Sudah jadi rahasia umum bahwa banyak instansi pemerintah maupun swasta yang menggunakan cara-cara ini untuk mendapatkan posisi, kursi, masuk sebagai karyawan ataupun hanya mempersingkat antrian.

Sampai sampai saat seorang kawan bisa masuk dinas PU di suatu daerah di jawa timur, dia ditanya oleh pegawai yang sudah lama bekerja disana. “kemarin bayar berapa mas?”, dijawab tidak bayar, ditanya lagi “disini keluarganya siapa?”, dijawab bukan keluarga siapa-siapa. Mungkin masih ada rasa malu sehingga tidak tambah bertanya “kok bisa masuk sini?”, hehehe.

1332403425753714440

sumber ilustrasi : irrasistible.wordpress.com pada kompasiana.com

Back to the topic. Namun, perlu digaris bawahi bahwa cerita tadi REAL. Cerita tersebut menggambarkan bahwa Nepotisme merupakan hal yang sudah SANGAT BIASA dimasyarakat kita, terutama di keluarga-keluarga yang sudah biasa melakukannya.

Hal yang ingin saya angkat disini adalah, benarkah peran “orang dalam” itu TIDAK DIBENARKAN sama sekali. Sebelum kita beranjak lebih jauh ke ‘orang dalam’, mari kita bahas tentang ‘rekomendasi’.

‘Rekomendasi’ dalam kamus bahasa indonesia disebutkan sebagai “minta perhatian bahwa orang yang disebut dapat dipercaya, baik, dsb (biasanya dinyatakan dengan surat)”.

‘Merekomendasikan’ dalam kamus bahasa indonesia adalah ‘menasihatkan’ atau ‘menganjurkan’.

Dalam banyak hal, rekomendasi sangat diperlukan. Sebagai contoh dalam pengajuan beasiswa, hampir seluruh beasiswa meminta aplikan melampirkan surat rekomendasi dari pimpinannya, dosennya, atau seniornya. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa secara umum, rekomendasi yang diharapkan adalah yang berasal dari orang yang ‘lebih tinggi’ dari yang direkomendasikan. Bisa juga diartikan orang yang lebih punya pengaruh atau lebih dipercaya.

Rekomendasi sangat diperlukan, mengingat ini adalah alat percepatan dalam hal mendapatkan kepercayaan dari seseroang atau sebuah pihak. Dengan dituliskannya rekomendasi dari orang yang lebih dapat dipercaya atau lebih punya pengaruh, maka lebih tinggi juga ekspektasi/harapan yang ditaruh oleh pihak peminta surat rekomendasi kepada orang yang diberi rekomendasi. Bagi yang beragama muslim, pemberian rekomendasi pun juga sudah dilakukan pada masa sahabat Rasulullah SAW terdahulu.

Kembali lagi bahasa ‘orang dalam’. Jika kita membahas mengenai orang yang punya pengaruh ataupun lebih dipercaya, dalam sebuah organisasi, intansi ataupun perusahaan swasta, jika pemberi rekomendasi bukanlah chairman dalam perusahaan besar, kepala daerah, walikota ataupun pejabat tinggi lainnya, maka pemberi rekomendasi yang lebih punya pengaruh ataupun dapat dipercaya adalah ‘orang dalam’. Dalam hal ini ‘orang dalam’ yang dimaksud juga diharapkan orang yang punya posisi lumayan sampai ke tinggi dalam perusahaan tersebut. Orang yang punya posisi rendah namun punya prestasi ataupun track record yang baik pun bisa dijadikan sebagai ‘orang dalam’ yang bisa membuat rekomendasi.

Dari paragraf diatas, secara langsung dapat saya katakan bahwa memiliki link ‘orang dalam’ adalah ASET BERHARGA, terutama yang punya posisi baik. Namun perlu digaris bawahi, karena per-labelan ASET BERHARGA ‘orang dalam’ saat ini sudah mengarah ke perilaku yang tidak baik dan berujung pada NEPOTISME. Nah, bagaimana agar tidak menjadi Nepotisme? Padahal jelas saya akui bahwa memiliki ‘orang dalam’ adalah Aset Berharga.

Pertama, apa yang anda harapkan/minta dari ‘orang dalam’ tersebut? Memasukkan anda langsung? Memudahkan/Mempercepat/Meng-skip test anda? Disini dengan jelas saya meng-sugestikan anda bahwa jangan lakukan hal tersebut / jangan berfikir hal tersebut. Jika anda ingin memasuki sebuah perusahaan atas keinginan anda sendiri, maka carilah cara-cara yang prosedural ataupun cara-cara yang dilakukan orang lain.

Kedua, Sadari kemampuan anda. Jika anda sudah mengetahui standar penerimaan, ataupun syarat yang dibutuhkan. Intropeksi diri apakah anda mampu melakukan/melewatinya. Hal ini penting, karena sangat berpengaruh pada reputasi pemberi rekomendasi anda (jika anda meminta rekomendasi). Ada baiknya meminta saran dari orang dalam mengenai bagaimana membekali diri mengenai hal-hal yang kurang dari diri anda.

Ketiga, Mintalah Rekomendasi, ‘orang dalam’ maupun orang luar. Dalam hal ini, sangat diharapkan bahwa ‘orang dalam’ yang diminta rekomendasi adalah yang memahami anda seperti apa, minimal karakter anda, sehingga ia bisa memberikan penilaian pada tim penyeleksi / penilai / HRD. Meminta rekomendasi inilah YANG MENJADI PEMBEDA anda masuk dengan Nepotisme ataupun jalur resmi dengan Rekomendasi. Mungkin tidak perlu meminta formal, cukup mengabarkan saja. Jika anda memang layak direkomendasikan ataupun memang strongly recomended, tanpa perlu mengemis minta dimasukkan, anda pasti diusahakan untuk masuk.

sumber ilustrasi : thebutlerjournal.com

Jangan befikir bahwa orang dalam akan selalu mengusahakan anda masuk. Banyak orang dalam yang juga sebenarnya MERASA BERAT untuk memasukkan seseorang lantaran tidak jelas kualitasnya ataupun sudah tau kualitasnya buruk dan hanya mau tinggal masuk saja. Bahkan keluarga sekalipun, pasti ada dalam fikirannya seperti itu. Namun memang sudah jadi budaya Nepotisme indonesia, perkara sungkan, kasihan, dsb, ya diusahakan saja.

Pengalaman saya, saya sudah beberapa kali merekomendasikan orang untuk masuk perusahaan yang saya tempati. Pernah ada yang minta tolong dibantu dimasukkan. Terang saya jelaskan padanya (untungnya lebih muda dari saya), “saya akan rekomendasikan kamu, saya tau kerja kamu bagus, namun hasilnya tetap ada di HRD dan banyak berdo’a saja”. Dan pada saat ada beberapa kandidat, dengan kuat saya rekomendasikan orang tersebut ke HRD supaya diterima, dan setelah diterima, ia dapat membuktikan kinerjanya yang sangat baik.

Seorang teman juga pernah saya masukkan langsung, tanpa test dengan rekomendasi saya. Dalam hal ini memang saya yang mencari-cari dia, saya yang butuh sebagai asisten, saya sudah tau kinerja dan karakternya, dan dia sebelumnya juga tidak pernah meminta saya memasukkan dalam perusahaan yang saya tempati. Dan saat ini teman saya itu sudah bekerja, selalu berkinerja baik dan saya dapat melihat jelas bahwa selain untuk prestasinya, dia berkinerja baik untuk dapat menjaga nama baik saya.  Sangat mudah untuk masuk dengan jalur yang ini, saya sangat berharap anda-anda juga mendapatkan jalur cepat ini. Tentunya, imbangi dengan prestasi, nama baik dan kinerja anda. ;)

Semoga dapat mencerahkan, dan memberikan suggest untuk ‘MERUBAH SEDIKIT’ mengenai cara ‘PEMANFAATAN ORANG DALAM’. ;)

fachwords

Oleh : Fachreza Akbar

Suatu saat adik penulis memberikan sebuah teka-teki yang cukup menarik, agak matematis dan cukup mempermainkan logika. Kira-kira isinya seperti ini.

Ada 3 orang yang berikutnya kita sebut sebagai A, B, dan C. Si A akan membeli sebuah mobil seharga 100juta yang dananya berasal dari pinjaman dari si B sebesar 50juta dan si C sebesar 50juta. Ternyata mobil tersebut bisa didapatkan dengan harga 97juta, dan itu berarti si A masih memiliki 3juta dikantongnya. Kemudian si A memberikan kepada si B dan si C masing masing 1juta, sehingga hutang si A terhadap si B dan si C masing-masing 49juta, dan 1juta yang masih tersisa disimpan oleh si A. Nah, pertanyaannya, jumlah hutang tersisa si A terhadap si B dan C apabila dijumlahkan berarti 49juta + 49juta = 98juta, dan apabila dijumlahkan dengan 1juta yang masih dipegang A menjadi 99juta, 98juta + 1juta = 99juta. Lalu kemana 1jutanya lagi?

Sebelumnya teka-teki ini pun pernah ditanyakan oleh seorang rekan kerja penulis, dan karena fokus pada saat itu tidak pada teka-tekinya, maka percakapan pada saat itu berakhir pada menyerahnya penulis dan rekan kerja pun menjawab, “1juta nya lagi diambil oleh makelarnya”. Tentu, jawaban ini really does’nt make any sense.  Tapi karena kali ini adik penulis sendiri yang memberikan teka-teki tentu reaksi penulis jadi berbeda.

Pertama, penulis berusaha memecahkannya dengan logika-logika sederhana, tapi ternyata masih kebingungan. Kemudian penulis mencoba membuat persamaan aljabar sederhana dari pernyataan tersebut.

Gambar

100 juta hutang kemudian menghasilkan 100 juta harta.

100 juta (hutang) = 100 juta (harta)

Penulis pecahkan lagi persamaannya,

50juta (hutang dari A) + 50juta (Hutang dari B) = 97juta (harta mobil) + (3juta harta sisa)

Jika disederhanakan nilainya dalam jutaan.

50 + 50 = 97 + 3

50 + 50 = 97 + 1 + 1 +1

50 – 1 + 50 – 1 = 97 + 1

49 + 49 = 98

98 = 98

Hasil dari persamaan diatas adalah,

98 juta (hutang) = 98 juta (harta)

Persamaan aljabar ini benar, tidak ada yang keliru. Penulis curiga pada teka-tekinya, “pasti ada jebakan atau kesalahan didalamnya”, gumam penulis.

Ternyata kesalahannya ada pada kalimat, 98juta + 1juta = 99juta.

Jelas apabila kita jabarkan lebih detail, kalimat tersebut menjadi, 98 juta (sisa hutang kepada B dan C) + 1juta (harta yang masih disimpan A) = 99juta. Atau lebih singkatnya,

98juta (hutang) + 1juta (harta) = 99juta.

Jelas bahwa persamaan ini keliru. Hutang seharusnya memiliki nilai negatif terhadap harta, dan harta memiliki nilai positif terhadap harta itu sendiri. Pada persamaan tersebut, hutang begitu saja ditambahkan dengan harta dan menghasilkan 99juta. Lalu 99juta itu memiliki label apa, apakah hutang atau harta?

Maka seharusnya persamaan itu menjadi,

-98juta (hutang) + 1juta (harta) = 97juta (hutang).

Teka-teki ini mengingatkan penulis sebuah pelajaran, bahwa, terkadang kita menggabungkan beberapa hal yang sebenarnya tidak pada tempatnya, tidak dengan cara seharusnya, pendapat atau fakta yang bertolakbelakang, dan dengan itu kita menghasilkan sesuatu yang lain yang sebenarnya merupakan sebuah kesalahan dan mungkin membingungkan dan menyusahkan diri kita sendiri.

Terimakasih pada entah siapa yang membuat teka-teki yang cukup menarik dan menjebak ini, dan saya harap teka-teki ini pada percakapannya tidak hanya berhenti di jawaban yang tidak berisi atau ditinggalkan begitu saja.(frz)

3 Jenis Pipa untuk Industri 

oleh : Fachreza Akbar 

Piping atau pemipaan, adalah pekerjaan yang akan selalu ditemukan dalam sebuah proyek migas. Walaupun tidak hanya di area migas saja, namun juga akan ditemukan di proyek-proyek keairan, pembuatan fasilitas industri, dan lain-lain.

Material Pipa

Secara umum, pipa dapat diartikan sebagai suatu benda yang relatif panjang, memiliki lubang dan berfungsi untuk memindahkan sebuah zat ataupun materi yang memiliki karakteristik dapat mengalir. Materi tersebut dapat berupa cairan, gas, uap, zat padat yang dilelehkan ataupun butiran yang sangat halus.

Bahan penyusun pipa yang digunakan pun sangat beragam dan tergantung kebutuhannya, mulai dari beton, kaca, timah, kuningan, tembaga, plastik, alumunium, baja tuang, baja karbon, dan baja alloy. Penggunaan material tersebut sangat tergantung pada peruntukan pemipaan, karena setiap material memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri. Namun karena pembahasan kali ini lebih ke arah pemipaan migas dan industri, maka bahan penyusun pipa yang paling banyak digunakan adalah baja karbon (carbon steel).

Proses pembuatan

Secara umum, ada 3 metode pembuatan pipa baja karbon, dimana juga metode tersebut menjadi nama untuk menyebutkan jenis pipa-pipa tersebut,(carbon steel) yang digunakan untuk bidang migas dan industri. ketiga metode itu adalah metode Seamless pipe, butt-welded pipe, dan spiral welded pipe.

3 Jenis pipa baja karbon

Seamless Pipe

Seamless pipe dalam arti bahasa artinya pipa tanpa sambungan. Dalam praktek pembuatannya, seamless pipe memang merupakan pipa yang dibentuk tanpa membuat sambungan sama sekali, sehingga tidak ada bagian dari pipa yang pernah terganggu atau berubah materialnya akibat panas pengelasan. Pipa ini dibuat dari baja silinder pejal, yang dilubangi dalam kondisi hampir meleleh, biasa disebut billet.

Ilustrasi pembuatan seamless pipe, 

 

manufaktur seamless pipe di pabrik.

Pada gambar tersebut, ditunjukkan sebuah besi pejal (billet) di apit dan di roll oleh Sizing rolls –merupakan roller pembentuk diameter luar- dan dilubangi oleh mandrel.

Dengan metode pembuatan tanpa join tersebut, pipa yang dihasilkan dapat lebih baik karena kualitas baja yang dihasilkan adalah hampir sama pada setiap area permukaan pipa. Selain itu, ketebalan dengan menggunakan metode ini, pipa yang memiliki ketebalan berapapun memungkinkan untuk diproduksi.

Butt-welded Pipe atau Straight welded pipe

Atau disebut juga sebagai pipa UOE. bahan baku pembuatan pipa ini adalah pelat baja dengan bentuk profil strip. Pelat baja tersebut dibentuk menjadi pipa dengan melengkungkan pipa tersebut kearah sumbu pendeknya dengan roll pembentuk (shaper roll) sehingga membentuk pipa sebuah pipa. Celah pertemuan kedua sisi pelat strip tersebut kemudian di las memanjang sehingga membentuk sebuah pipa tanpa celah. Detail pembuatan butt-welded pipe ditunjukkan pada gambar dibawah.

metode fabrikasi pipa straight welded pipe

pipa straight welded

Pipa ini memiliki keunggulan dimana kualitas dari dinding pipa sangat mudah untuk dikontrol dan memiliki ketebalan yang seragam. Hal ini disebabkan karena pipa ini berasal dari pelat strip yang pembuatannya relative sangat mudah untuk dikontrol kualitas dan ketebalan pelatnya, sehingga hasil saat dibuat menjadi pipa pun relative sama baiknya dengan kualitas pelatnya sebelum jadi. Selain itu, apabila dibutuhkan pipa menerus yang cukup panjang, pipa ini memiliki keunggulan karena mudah untuk difabrikasi.

Namun didalam industri migas, pipa jenis ini lebih sering ditemukan dalam bentuk elbow. Pipa jenis ini dihindari sebagai pipa panjang karena memilik kelemahan pada sambungan las kedua tepi pelat strip pada saat pembuatannya, dimana memerlukan inspeksi pada area pengelasannya, memanjang sepanjang pipa tersebut.

Spiral Welded Pipe

Dalam pasaran Indonesia biasa disebut pipa spiral, ada juga yang menyebutnya pipa casing. Meskipun namanya demikian, bukan berarti pipa ini berbentuk spiral, namun lebih merujuk kepada bahan baku pembuatannya yang merupakan pelat baja strip yang dibentuk menjadi spiral dan kemudian disambung sehingga membentuk sebuah pipa.

skema pembuatan pipa spiral

 manufaktur spiral pipe

Dalam system perpipaan, jenis pipa ini sangat dibatasi penggunaannya hanya untuk kebutuhan pipa dengan tekanan rendah karena ketipisannya. Bahkan dalam industri migas, pipa ini tidak digunakan dalam system pipa bertekanan, kebanyakan hanya digunakan sebagai casing untuk pondasi, atau pun sebagai pipe support. Keuntungan pipa ini adalah dapat dibuat menjadi sangat besar dengan mudah. Namun pipa ini memiliki kelemahan dimana ketebalan untuk dapat membuat spiral cukup terbatas, sehingga pipa ini relative tipis. Selain itu, jumlah sambungan yang cukup banyak per satuan panjangnya membuat inspeksi pengelasan menjadi lebih banyak -jauh lebih banyak dari pada straight welded pipe- apabila akan digunakan sebagai pipa bertekanan. (frz)

lama tak kembali

wah… lama ga’ nge-blog ria…

sangking sibuknya sm kegiatan kampus + dicabutnya speedy dari kostan…hehehe

setelah ini mau aktif nulis lagi deh…

project tulisan yang paling pertama ini adalah “JEMBATAN MAHULU SAMARINDA”

yaitu beberapa tulisan tentang jembatan struktur pelengkung yang baru aja jadi di samarinda…

ditunggu ya…

Mahulu Bridge

Mahulu Bridge

Seminar Sipil ITS

Lagi memikirkan Ide untuk Makalah Sipil Lingkungan…
Peminat dari Univ. ku dikit pula…
ada yang bisa kasih masukan?
deadline abstrak tggal 12 Januari 2008…

Membuat Slide Menarik

Nah… Lanjut lagi ya…
Dalam pembuatan presentasi, selain hal-hal teknis seperti yang sudah saya jabarkan pada tulisan sebelumnya, Slide juga mempunyai peranan yang sangat penting. Slide yang bagus dan menarik akan dapat “menyihir” Audience untuk tidak berpaling dari presentasi kita.
Hehe, hal itu sudah saya buktikan sendiri. Dengan kata lain, sebenarnya kita dapat membuat para Audience merasa sayang untuk melewatkan setiap penampilan dari slide kita sangking bagus nya, ditambah pula performance kita yang TOP, wah, dijamin Audience tetap akan “melongo” sampai Presentasi kita selesai.
Sebenarnya banyak cara untuk membuat tampilan slide kita menjadi menarik, namun yang sangat saya tekankan adalah 3 hal, yaitu, Keserasian Pilihan Background, Pilihan warna bentuk gambar dan tulisan, serta Animasi GIF.
.

1. Pilihan Background
Dalam memilih background, beberapa hal perlu diperhitungkan, seperti isi background, Ketajaman dan kekontrasan warna, serta kesesuaian background dengan perihal yang ditampilkan.
Banyak orang yang membuat slide kurang mengerti dan tanpa mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, sehingga tak jarang dalam penampilan slide sering kali slide tak menarik, norak atau malah tak terbaca.
Usahakan dalam pemilihan background, background tersebut akan membuat Tulisan/gambar yang kita tampilkan menjadi terbaca jelas dan “eye catching”, akan lebih baik lagi jika background berupa gambar yang sesuai dengan perihal yang kita tampilkan.
Dalam, pemakaian background, ada beberapa pilihan, yaitu:
a. Background Default Microsoft PowerPoint
Pada Microsoft powerpoint sudah terdapat banyak pilihan background yang dapat memudahkan kita. Apalagi untuk versi 2007 pilihan background cukup menarik dan lagi secara default pengaturan warna tulisan sudah otomatis disesuaikan oleh program, jadi tidak perlu khawatir tulisan tidak terbaca.
Namun, tetap saja masih terbatas dan tidak bisa berekspresi lebih jika kita menggunakan default program saja. Jika untuk membuat Audience terkesima, masih kurang menurut saya. namun untuk pemula, kemudahan dan keringkasan, menurut saya sudah cukup baik.

Pilihan Slide cukup beragam, dan kesesuaian warna diatur otomatis oleh Microsoft Powerpoint.

Pilihan Slide cukup beragam, dan kesesuaian warna diatur otomatis oleh Microsoft Powerpoint.

b. Background Gambar dengan Bidang warna single tone yang luas.
Background dengan gambar/photo seperti ini juga membuat tampilan presentasi menjadi cukup menarik. Gambar yang diperlukan adalah gambar-gambar yang wilayah single tone nya luas, sehingga apabila tulisan ditempatkan, tidak akan tampilan menjadi tampak ruwet, sehingga tidak diperlukan pengurangan opacity/transparency.

Caranya, klik kanan pada sembarang tempat, kemudian pilih Format Background, Pilihan awal adalah pada Solid fill, ganti menjadi Picture or Texture Fill, kemudian klik File pilih gambarnya, kemudian Insert.

Gambar-gambar tersebut akan membuat slide tampak labih menarik dan ceria. Namun juga perlu diperhatikan isi gambar ataupun kekontrasan warna, jika memang kurang enak dilihat ataupun tidak sesuai dengan tema yang disampaikan, sebaiknya jangan dipaksakan.
Coba bandingkan dua slide dibawah dengan ini dengan dua slide diatas tadi.

Gambar nya memang bagus, namun tidak semestinya dipaksakan untuk menjadi background, apabila memang gambarnya cocok dan ingin ditampilkan, maka diperlukan pengaturan transparency pada Microsoft Powerpoint ataupun Opacity pada Photoshop.

Untuk Pengaturan Transparancy, klik kanan pada sembarang tempat, kemudian pilih Format Background, Atur pada Transparancy, idealnya adalah 60% sampai 80%, tergantung ketajaman warna gambar.

.

c. Background Dengan Photoshop
Nah, yang ketiga adalah cara favorit saya, dan sering saya gunakan untuk presentasi apapun.
Cara ini adalah cara yang paling menghasilkan hasil maksimal Karena bisa benar-benar berkreasi sesuka kita. Namun bukan cara yang praktis dan juga syaratnya harus sudah mahir atau paling tidak mengerti dasar photoshop terlebih dahulu.
Keuntungan dengan memakai photoshop bermacam-macam, kita bisa membuat background sendiri mulai dari 0, mengedit warna, Crop dan menggabungkan gambar kemudian di opacity sesuai kebutuhan tema perihal kita.

Perhatikan Slide Buatan saya untuk presentasi Kompetisi Jembatan Indonesia-4 dibawah ini.

Untuk membuat background slide tentang dasar teori dasar teori, Background dibuat dengan Menggunakan Hasil Scan halaman buku berisikan dasar teori jembatan yang kemudian di opacity 30%, dan dipadukan dengan gradient, dan ditambahkan watermark “Dasar Teori”. (original ide sendiri nih)

Membuat background berisi spesifikasi jembatan berdasar StaadPro, background dibuat dari hasil Printscreen Program StaadPro yang di opacity-kan 30%.

Membuat Background slide berisi dasar teori konsep momen gelagar sederhana, background dibuat dari hasil penggabungan gambar bidang momen dari printscreen staadpro yang di layer via cut, di opacity 30% dan ditambahkan gradient.

Membuat Slide berisi Konsep Konfigurasi, background dibuat dengan penggabungan hasil crop gambar tipe-tipe bentuk rangka yang di opacity 30% dan kemudian diberi layer background berwarna Gray.

Slide –slide diatas adalah hanya sedikit contoh dari banyak dan bermacam-macam background yang bisa dihasilkan dengan olah sederhana photoshop.
Tidak lain tujuannya adalah agar background tersebut sesuai dengan tema ataupun perihal yang sedang dibahas. Dengan begitu slide presentasi akan menjadi sangat menarik, namun konsekwensi nya pengerjaan jelas akan lebih banyak dibandingkan dengan cara-cara sebelumnya diatas. Namun, bagus atau tidaknya tetap tergantung dari tingkat kreatifitas kita sendiri (ya, pintar-pintarnya punya ide lah).
Untuk program lain seperti CorelDraw ataupun GIMP juga bisa digunakan, tergantung dari selera kita.

(bersambung, Teknik Tulisan dan warna, animasi)

Presentasi, adalah hal yang biasa dan pasti semua orang alami khususnya yang orang-orang berkarier atau pernah menempuh pendidikan baik tingkat SMP, SMA atau perguruan tinggi.
Hal klasik yang pasti dialami oleh tukang presentasi adalah bagaimana caranya hal yang dipresentasikan itu bener-bener dilihat, dimengerti dan dipahami oleh orang yang kita hadapi. Seperti pengertian presentasi itu sendiri kan gimana caranya kita menerangkan apa maksud kita dengan cara lisan dan penambahan media visual (peraga, slide proyektor, dsb) kalo ada.
Nah, yang akan saya bahas disini adalah presentasi yang menggunakan media visual, khususnya dengan powerpoint.

.
Kenapa saya mengangkat hal ini?
Selain atas ide dan permintaan dari senior dan teman-teman saya agar memuat artikel gimana cara buat presentasi yang asik, Seperti masalah klasik tadi juga, terkadang terjadi hal-hal seperti penguji, dosen ataupun bos kita menghadapi presentasi kita dengan tampang ogah-ogahan, memperhatikan sambil liat-liat/baca-baca modul yang kita bagikan, sambil bicara dengan temannya mengomentari presentasi kita.
Maksud hati sih kepengen bapaknya memperhatikan terus, padahal ada slide-slide yang kita jadikan andalan pada presentasi kita, eh, malah ga diperhatikan. Ga’ asik kan…hehe
Nah, itulah… gimana cara kita supaya pandangan para penguji/dosen/bos kita itu ga’ berpaling dari presentasi yang kita sajikan, akan saya bahas disini.

.

1. Sajikan Hal Penting atau Hal-hal yang Menarik saja.
Inti presentasi itu apa sih?
Intinya Menjelaskan dan meyakinkan audience tentang hal apa yang akan kita bicarakan.
Idealnya, presentasi dengan menggunakan powerpoint/slide selalu disertakan modul (proposal, makalah, paper) yang berisikan tentang data lengkap ataupun penjelasan lengkap tentang hal apa yang kita angkat.
Dengan kata lain, tidak mesti dalam setiap presentasi kita harus menampilkan semua hal yang kita sajikan. Bayangkan saja, kalo misalnya makalah/proposalnya 100lembar, kalo semua dipresentasikan bisa makan waktu 1 jam-an.
Waktu ideal presentasi adalah 10-15 menit. Lebih dari itu, para audience bisa jadi mudah bosan dan tak fokus lagi.
Sajikan saja hal-hal yang menarik dan penting dari bahasan kita. Hal-hal seperti pengertian umum (yang kira2 semua audience juga dah pada ngerti) ga perlu ditampilkan ato malah dijelaskan panjang lebar, paling tidak cukup point nya aja.

Hal seperti ini paling sering dilakukan orang-orang dengan dalih supaya yang dibahas makin banyak. Ingat, semakin singkat dan padat presentasi akan semakin baik, semakin lama bakal tambah bikin bosen.
Tampilkan saja hal-hal yang baru, berbeda, inti dari percobaan/penelitian, inti bahasan, cara kerja lengkap, kesimpulan padat singkat dan contoh-contoh kongkritnya.
Untuk hal-hal yang tidak diterangkan pada saat presentasi, itulah gunanya Modul yang dibagikan/dikumpulkan. Agar hal-hal lain yang umum, atau yang tidak dijelaskan ataupun penjelasan lengkap masalah presentasi bisa dibaca dimodul.

.

2. Banyakin Point-Point dan gambar dari pada tulisan sepanjang dan sejauh mata memandang. (hehe).

Tanpa mempertimbangkan Isinya, slide Mana yang lebih baik menurut mu?

Tanpa memperatikan isinya, slide mana yang lebih baik menurutmu?

Dua contoh slide diatas adalah Slide A yang  berisikan seluruh pengertian (penyaji tinggal membaca saja), dan Slide B yang berisikan tentang Poin-poin (Penyaji harus memberikan penjelasan).

Hal ini yang paling banyak dilakukan oleh para tukang presentasi (tapi jangan samakan dengan slide dosen ngasih mata kuliah lho,beda itu).
Sebenarnya tidak salah sih, menampilkan penjelasan panjang lebar di slide, apalagi pake font 12 trus sampe 15 baris gitu… wiis, percaya ae wes, dari 10 audience, paling pol juga Cuma 1-2 orang yang baca, males.
Memberikan tulisan pada slide, secara tidak langsung memaksa audience untuk membaca. Karena itu, sajikanlah tulisan yang penting saja.

Misalnya dari pengertian
“Beton ringan, adalah beton yang mempunyai berat kurang dari 2400kg/m3 yang biasanya terbuat dari agregat ringan semacam batu apung dan juga tambahan admixture yang kebanyakan mengandung alumunium sulfat….bla…bla….bla….”
Yaah… apabila menampilkan di slide kyak gtu, kurang efektif dan ga menarik tuh.
Akan lebih baik jika dituliskan
“Beton Ringan = Bobot < 2400 kg/m3 berisi agregat ringan + admixture khusus”
Nah, setelah membaca yang dituliskan barusan, baru kita jelaskan lisan (ga’ membaca teks).
“nah, agregat yang dimaksud disini adalah bla…bla…bla… dan admixture nya mengandung bla…bla…bla… contohnya bla…bla…bla…”. Dengan gaya yang komunikatif.
Dengan begitu, presentasi nya akan lebih menarik dan lebih dihargai, apalagi kita terlihat lebih menguasai materi (kalo ngebaca teks, apalagi terpampang di slide kyak kurang nguasain materi).

contohnya gini deh

Tampilan B jelas lebih menarik dari pada Slide A yang memaksa Audience membaca isi slide tersebut. Apabila Slide B diberikan penjelasan yang sangat jelas dan menarik, pasti penilaian presentasi dan pemahaman Audience akan lebih baik.

.

3. Sajikan dengan Suara Jelas, tegas dengan intonasi dan gerak badan yang mendukung.

KUASAI MATERI PRESENTASI….!!!

Hal ini juga merupakan salah satu point yang sangat penting dalam presentasi.
Tak jarang penyaji berpresentasi dengan gaya yang monoton, intonasi datar, muka seperti tak berekspresi dan tak bergerak dalam radius 10cm karena grogi dan tidak begitu menguasai materi..hehe…

Pada saat saya menyiapkan presentasi untuk KJI-4, ada senior yang memberi masukan bahwa berhasil tidaknya presentasi bisa di tentukan dari 5 menit pertama. Intinya, gimana caranya kita membuat menit-menit awal presentasi itu menjadi bener-bener  WAH, mengejutkan, bahkan harus bisa membuat juri yang sudah ngantuk-ngantuk karena hari yang sudah siang jadi bisa melotot kembali.
namun, apabila sudah membosankan di menit-menit pertama, nantinya kita harus punya sesuatu yang benar2 WAH di tengah-tengah supaya ga biasa-biasa saja sampai slide selesai.
Entah itu menyapa hangat juri-juri satupersatu waktu diawal, cerita-cerita, buat slide yang wah, atau apapun juga (tapi tetap sesuai dengan yang disampaikan).

Intonasi juga penting, agar bicara kita tidak terdengar seperti membaca ato menghapal.
Seperti contoh berikut:
Dari pada dengan gaya bicara seperti “beton ringan berisi agregat khusus yang berisi bla…bla… dan mengandung bla…bla…”. Dengan intonasi membaca teks

Lebih baik dengan gaya bicara seperti “beton ringan selalu berisikan agregat-agregat khusus”. Nah, agregat seperti apa itu?” “Yaitu bla…bla…”, kenapa kok agregat seperti itu bikin beton ringan?” seperti yang kita ketahui bahwa agregat tersebut mengandung bla…bla…”.
Dengan intonasi yang komunikatif seperti bertanya dan menjawab kepada audience.

Untuk pergerakan penyaji, akan lebih baik jika penyaji aktif bergerak (jika memang diperlukan atau memang memungkinkan) dan tidak diam ditempat. Apalagi kalau grogi, bakal keliatan banget kalo diam ditempat. Dengan aktf dan banyak bergerak juga sedikit banyak akan mengurangi rasa grogi kita sendiri.

BERSAMBUNG

(Trik Membuat Tampilan Slide Lebih Menarik)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.