Feeds:
Posts
Comments

lama tak kembali

wah… lama ga’ nge-blog ria…

sangking sibuknya sm kegiatan kampus + dicabutnya speedy dari kostan…hehehe

setelah ini mau aktif nulis lagi deh…

project tulisan yang paling pertama ini adalah “JEMBATAN MAHULU SAMARINDA”

yaitu beberapa tulisan tentang jembatan struktur pelengkung yang baru aja jadi di samarinda…

ditunggu ya…

Mahulu Bridge

Mahulu Bridge

Seminar Sipil ITS

Lagi memikirkan Ide untuk Makalah Sipil Lingkungan…
Peminat dari Univ. ku dikit pula…
ada yang bisa kasih masukan?
deadline abstrak tggal 12 Januari 2008…

Membuat Slide Menarik

Nah… Lanjut lagi ya…
Dalam pembuatan presentasi, selain hal-hal teknis seperti yang sudah saya jabarkan pada tulisan sebelumnya, Slide juga mempunyai peranan yang sangat penting. Slide yang bagus dan menarik akan dapat “menyihir” Audience untuk tidak berpaling dari presentasi kita.
Hehe, hal itu sudah saya buktikan sendiri. Dengan kata lain, sebenarnya kita dapat membuat para Audience merasa sayang untuk melewatkan setiap penampilan dari slide kita sangking bagus nya, ditambah pula performance kita yang TOP, wah, dijamin Audience tetap akan “melongo” sampai Presentasi kita selesai.
Sebenarnya banyak cara untuk membuat tampilan slide kita menjadi menarik, namun yang sangat saya tekankan adalah 3 hal, yaitu, Keserasian Pilihan Background, Pilihan warna bentuk gambar dan tulisan, serta Animasi GIF.
.

1. Pilihan Background
Dalam memilih background, beberapa hal perlu diperhitungkan, seperti isi background, Ketajaman dan kekontrasan warna, serta kesesuaian background dengan perihal yang ditampilkan.
Banyak orang yang membuat slide kurang mengerti dan tanpa mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, sehingga tak jarang dalam penampilan slide sering kali slide tak menarik, norak atau malah tak terbaca.
Usahakan dalam pemilihan background, background tersebut akan membuat Tulisan/gambar yang kita tampilkan menjadi terbaca jelas dan “eye catching”, akan lebih baik lagi jika background berupa gambar yang sesuai dengan perihal yang kita tampilkan.
Dalam, pemakaian background, ada beberapa pilihan, yaitu:
a. Background Default Microsoft PowerPoint
Pada Microsoft powerpoint sudah terdapat banyak pilihan background yang dapat memudahkan kita. Apalagi untuk versi 2007 pilihan background cukup menarik dan lagi secara default pengaturan warna tulisan sudah otomatis disesuaikan oleh program, jadi tidak perlu khawatir tulisan tidak terbaca.
Namun, tetap saja masih terbatas dan tidak bisa berekspresi lebih jika kita menggunakan default program saja. Jika untuk membuat Audience terkesima, masih kurang menurut saya. namun untuk pemula, kemudahan dan keringkasan, menurut saya sudah cukup baik.

Pilihan Slide cukup beragam, dan kesesuaian warna diatur otomatis oleh Microsoft Powerpoint.

Pilihan Slide cukup beragam, dan kesesuaian warna diatur otomatis oleh Microsoft Powerpoint.

b. Background Gambar dengan Bidang warna single tone yang luas.
Background dengan gambar/photo seperti ini juga membuat tampilan presentasi menjadi cukup menarik. Gambar yang diperlukan adalah gambar-gambar yang wilayah single tone nya luas, sehingga apabila tulisan ditempatkan, tidak akan tampilan menjadi tampak ruwet, sehingga tidak diperlukan pengurangan opacity/transparency.

Caranya, klik kanan pada sembarang tempat, kemudian pilih Format Background, Pilihan awal adalah pada Solid fill, ganti menjadi Picture or Texture Fill, kemudian klik File pilih gambarnya, kemudian Insert.

Gambar-gambar tersebut akan membuat slide tampak labih menarik dan ceria. Namun juga perlu diperhatikan isi gambar ataupun kekontrasan warna, jika memang kurang enak dilihat ataupun tidak sesuai dengan tema yang disampaikan, sebaiknya jangan dipaksakan.
Coba bandingkan dua slide dibawah dengan ini dengan dua slide diatas tadi.

Gambar nya memang bagus, namun tidak semestinya dipaksakan untuk menjadi background, apabila memang gambarnya cocok dan ingin ditampilkan, maka diperlukan pengaturan transparency pada Microsoft Powerpoint ataupun Opacity pada Photoshop.

Untuk Pengaturan Transparancy, klik kanan pada sembarang tempat, kemudian pilih Format Background, Atur pada Transparancy, idealnya adalah 60% sampai 80%, tergantung ketajaman warna gambar.

.

c. Background Dengan Photoshop
Nah, yang ketiga adalah cara favorit saya, dan sering saya gunakan untuk presentasi apapun.
Cara ini adalah cara yang paling menghasilkan hasil maksimal Karena bisa benar-benar berkreasi sesuka kita. Namun bukan cara yang praktis dan juga syaratnya harus sudah mahir atau paling tidak mengerti dasar photoshop terlebih dahulu.
Keuntungan dengan memakai photoshop bermacam-macam, kita bisa membuat background sendiri mulai dari 0, mengedit warna, Crop dan menggabungkan gambar kemudian di opacity sesuai kebutuhan tema perihal kita.

Perhatikan Slide Buatan saya untuk presentasi Kompetisi Jembatan Indonesia-4 dibawah ini.

Untuk membuat background slide tentang dasar teori dasar teori, Background dibuat dengan Menggunakan Hasil Scan halaman buku berisikan dasar teori jembatan yang kemudian di opacity 30%, dan dipadukan dengan gradient, dan ditambahkan watermark “Dasar Teori”. (original ide sendiri nih)

Membuat background berisi spesifikasi jembatan berdasar StaadPro, background dibuat dari hasil Printscreen Program StaadPro yang di opacity-kan 30%.

Membuat Background slide berisi dasar teori konsep momen gelagar sederhana, background dibuat dari hasil penggabungan gambar bidang momen dari printscreen staadpro yang di layer via cut, di opacity 30% dan ditambahkan gradient.

Membuat Slide berisi Konsep Konfigurasi, background dibuat dengan penggabungan hasil crop gambar tipe-tipe bentuk rangka yang di opacity 30% dan kemudian diberi layer background berwarna Gray.

Slide –slide diatas adalah hanya sedikit contoh dari banyak dan bermacam-macam background yang bisa dihasilkan dengan olah sederhana photoshop.
Tidak lain tujuannya adalah agar background tersebut sesuai dengan tema ataupun perihal yang sedang dibahas. Dengan begitu slide presentasi akan menjadi sangat menarik, namun konsekwensi nya pengerjaan jelas akan lebih banyak dibandingkan dengan cara-cara sebelumnya diatas. Namun, bagus atau tidaknya tetap tergantung dari tingkat kreatifitas kita sendiri (ya, pintar-pintarnya punya ide lah).
Untuk program lain seperti CorelDraw ataupun GIMP juga bisa digunakan, tergantung dari selera kita.

(bersambung, Teknik Tulisan dan warna, animasi)

Presentasi, adalah hal yang biasa dan pasti semua orang alami khususnya yang orang-orang berkarier atau pernah menempuh pendidikan baik tingkat SMP, SMA atau perguruan tinggi.
Hal klasik yang pasti dialami oleh tukang presentasi adalah bagaimana caranya hal yang dipresentasikan itu bener-bener dilihat, dimengerti dan dipahami oleh orang yang kita hadapi. Seperti pengertian presentasi itu sendiri kan gimana caranya kita menerangkan apa maksud kita dengan cara lisan dan penambahan media visual (peraga, slide proyektor, dsb) kalo ada.
Nah, yang akan saya bahas disini adalah presentasi yang menggunakan media visual, khususnya dengan powerpoint.

.
Kenapa saya mengangkat hal ini?
Selain atas ide dan permintaan dari senior dan teman-teman saya agar memuat artikel gimana cara buat presentasi yang asik, Seperti masalah klasik tadi juga, terkadang terjadi hal-hal seperti penguji, dosen ataupun bos kita menghadapi presentasi kita dengan tampang ogah-ogahan, memperhatikan sambil liat-liat/baca-baca modul yang kita bagikan, sambil bicara dengan temannya mengomentari presentasi kita.
Maksud hati sih kepengen bapaknya memperhatikan terus, padahal ada slide-slide yang kita jadikan andalan pada presentasi kita, eh, malah ga diperhatikan. Ga’ asik kan…hehe
Nah, itulah… gimana cara kita supaya pandangan para penguji/dosen/bos kita itu ga’ berpaling dari presentasi yang kita sajikan, akan saya bahas disini.

.

1. Sajikan Hal Penting atau Hal-hal yang Menarik saja.
Inti presentasi itu apa sih?
Intinya Menjelaskan dan meyakinkan audience tentang hal apa yang akan kita bicarakan.
Idealnya, presentasi dengan menggunakan powerpoint/slide selalu disertakan modul (proposal, makalah, paper) yang berisikan tentang data lengkap ataupun penjelasan lengkap tentang hal apa yang kita angkat.
Dengan kata lain, tidak mesti dalam setiap presentasi kita harus menampilkan semua hal yang kita sajikan. Bayangkan saja, kalo misalnya makalah/proposalnya 100lembar, kalo semua dipresentasikan bisa makan waktu 1 jam-an.
Waktu ideal presentasi adalah 10-15 menit. Lebih dari itu, para audience bisa jadi mudah bosan dan tak fokus lagi.
Sajikan saja hal-hal yang menarik dan penting dari bahasan kita. Hal-hal seperti pengertian umum (yang kira2 semua audience juga dah pada ngerti) ga perlu ditampilkan ato malah dijelaskan panjang lebar, paling tidak cukup point nya aja.

Hal seperti ini paling sering dilakukan orang-orang dengan dalih supaya yang dibahas makin banyak. Ingat, semakin singkat dan padat presentasi akan semakin baik, semakin lama bakal tambah bikin bosen.
Tampilkan saja hal-hal yang baru, berbeda, inti dari percobaan/penelitian, inti bahasan, cara kerja lengkap, kesimpulan padat singkat dan contoh-contoh kongkritnya.
Untuk hal-hal yang tidak diterangkan pada saat presentasi, itulah gunanya Modul yang dibagikan/dikumpulkan. Agar hal-hal lain yang umum, atau yang tidak dijelaskan ataupun penjelasan lengkap masalah presentasi bisa dibaca dimodul.

.

2. Banyakin Point-Point dan gambar dari pada tulisan sepanjang dan sejauh mata memandang. (hehe).

Tanpa mempertimbangkan Isinya, slide Mana yang lebih baik menurut mu?

Tanpa memperatikan isinya, slide mana yang lebih baik menurutmu?

Dua contoh slide diatas adalah Slide A yang  berisikan seluruh pengertian (penyaji tinggal membaca saja), dan Slide B yang berisikan tentang Poin-poin (Penyaji harus memberikan penjelasan).

Hal ini yang paling banyak dilakukan oleh para tukang presentasi (tapi jangan samakan dengan slide dosen ngasih mata kuliah lho,beda itu).
Sebenarnya tidak salah sih, menampilkan penjelasan panjang lebar di slide, apalagi pake font 12 trus sampe 15 baris gitu… wiis, percaya ae wes, dari 10 audience, paling pol juga Cuma 1-2 orang yang baca, males.
Memberikan tulisan pada slide, secara tidak langsung memaksa audience untuk membaca. Karena itu, sajikanlah tulisan yang penting saja.

Misalnya dari pengertian
“Beton ringan, adalah beton yang mempunyai berat kurang dari 2400kg/m3 yang biasanya terbuat dari agregat ringan semacam batu apung dan juga tambahan admixture yang kebanyakan mengandung alumunium sulfat….bla…bla….bla….”
Yaah… apabila menampilkan di slide kyak gtu, kurang efektif dan ga menarik tuh.
Akan lebih baik jika dituliskan
“Beton Ringan = Bobot < 2400 kg/m3 berisi agregat ringan + admixture khusus”
Nah, setelah membaca yang dituliskan barusan, baru kita jelaskan lisan (ga’ membaca teks).
“nah, agregat yang dimaksud disini adalah bla…bla…bla… dan admixture nya mengandung bla…bla…bla… contohnya bla…bla…bla…”. Dengan gaya yang komunikatif.
Dengan begitu, presentasi nya akan lebih menarik dan lebih dihargai, apalagi kita terlihat lebih menguasai materi (kalo ngebaca teks, apalagi terpampang di slide kyak kurang nguasain materi).

contohnya gini deh

Tampilan B jelas lebih menarik dari pada Slide A yang memaksa Audience membaca isi slide tersebut. Apabila Slide B diberikan penjelasan yang sangat jelas dan menarik, pasti penilaian presentasi dan pemahaman Audience akan lebih baik.

.

3. Sajikan dengan Suara Jelas, tegas dengan intonasi dan gerak badan yang mendukung.

KUASAI MATERI PRESENTASI….!!!

Hal ini juga merupakan salah satu point yang sangat penting dalam presentasi.
Tak jarang penyaji berpresentasi dengan gaya yang monoton, intonasi datar, muka seperti tak berekspresi dan tak bergerak dalam radius 10cm karena grogi dan tidak begitu menguasai materi..hehe…

Pada saat saya menyiapkan presentasi untuk KJI-4, ada senior yang memberi masukan bahwa berhasil tidaknya presentasi bisa di tentukan dari 5 menit pertama. Intinya, gimana caranya kita membuat menit-menit awal presentasi itu menjadi bener-bener  WAH, mengejutkan, bahkan harus bisa membuat juri yang sudah ngantuk-ngantuk karena hari yang sudah siang jadi bisa melotot kembali.
namun, apabila sudah membosankan di menit-menit pertama, nantinya kita harus punya sesuatu yang benar2 WAH di tengah-tengah supaya ga biasa-biasa saja sampai slide selesai.
Entah itu menyapa hangat juri-juri satupersatu waktu diawal, cerita-cerita, buat slide yang wah, atau apapun juga (tapi tetap sesuai dengan yang disampaikan).

Intonasi juga penting, agar bicara kita tidak terdengar seperti membaca ato menghapal.
Seperti contoh berikut:
Dari pada dengan gaya bicara seperti “beton ringan berisi agregat khusus yang berisi bla…bla… dan mengandung bla…bla…”. Dengan intonasi membaca teks

Lebih baik dengan gaya bicara seperti “beton ringan selalu berisikan agregat-agregat khusus”. Nah, agregat seperti apa itu?” “Yaitu bla…bla…”, kenapa kok agregat seperti itu bikin beton ringan?” seperti yang kita ketahui bahwa agregat tersebut mengandung bla…bla…”.
Dengan intonasi yang komunikatif seperti bertanya dan menjawab kepada audience.

Untuk pergerakan penyaji, akan lebih baik jika penyaji aktif bergerak (jika memang diperlukan atau memang memungkinkan) dan tidak diam ditempat. Apalagi kalau grogi, bakal keliatan banget kalo diam ditempat. Dengan aktf dan banyak bergerak juga sedikit banyak akan mengurangi rasa grogi kita sendiri.

BERSAMBUNG

(Trik Membuat Tampilan Slide Lebih Menarik)

Jembatan Mahakam

Jembatan Mahakam adalah Jembatan Terpanjang pertama yang ada di Provinsi Kalimantan Timur.

Jembatan ini Menghubungkan Kota Samarinda dengan Daerah samarinda seberang. Jembatan ini juga menjadi salah satu ikon dari kota samarinda selain dari sungai mahakam yang luas, Stadion Palaran yang megah dan Islamic Center yang merupakan masjid termegah se-Asia Tenggara.

Jembatan Mahakam merupakan Tipe Jembatan Rangka Atas dengan 6 bagian bentang jembatan tanpa bentang aproach.

Spesifikasi Jembatan Mahakam:

1. Panjang Total                   : 400,00 meter

2. Bentang Terpanjang         : 100,00 meter

3. Lebar                               : 1.20 + 0.5 + 6.00 + 0.50 + 1.20 = 10.30 meter

4. Tipe Bangunan Atas         : Jembatan Rangka Baja Hollandia Kloos Kelas B

5. Tipe Bangunan Bawah      : Tiang Pancang Baja

6. Lokasi                             : km 5.00 dari kota samarinda

7. Waktu Pembangunan       : 1982-1986

8. Waktu selesai                  : 3 Agustus 1986

9. Perencana                        : Direktorat Jenderal Bina Marga

10. Metode Pelaksanaan      : Cantilever

11. Kontraktor Pelaksanaan : PT. Hutama Karya (Persero)

12. Biaya Konstruksi            : 7,2 Milyar

Tampak dari Arah Samarinda Seberang

Tampak dari Arah Samarinda Seberang

Tampak dari bentang terpanjang Jembatan

Tampak dari bentang terpanjang Jembatan

Jembatan Mahakam termasuk Jembatan yang cukup besar untuk jembatan sungai. Juga karena Dalam dan besar nya sungai mahakam, memungkinkan Kapal kapal besar lewat dbawahnya. mulai dari kapal sedang, Kapal tangker Menengah kebawah, hingga Ponton Batu bara dan Kayu.

Ponton Batu BARA

Ponton Batu BARA

Jembatan ini juga mempunyai bagian yang menarik yang jarang dimiliki jembatan di indonesia, yaitu lajur pedestrian (pejalan kaki). kebanyakan jembatan, jalur pedestrian ditempatkan di trotoar pada bagian dalam rangka jembatan. namun, pada jembatan mahakam, jalur tersebut ditempatkan pada dek yang berada diluar rangka jembatan, sehingga bersifat cantilever terhadap jembatan.

Dek Samping untuk jalur pejalan kaki dan sepeda

Dek Samping untuk jalur pejalan kaki dan sepeda

Dek pejalan kaki

Dek pejalan kaki

penempatan dek pejalan kaku ini menurut saya sangat bagus sekali, karena diharapkan keselamatan pejalan kaki menjadi lebih baik karena terlindungi dari manuver kendaraan yang berada dalam ruang jembatan yang terbatas.

Tulisan "Jembatan Mahakam"

Tulisan Jembatan Mahakam

Satu hal yang juga menarik dari Jembatan Mahakam, jembatan ini cukup terawat. Pemkot Samarinda Sadar bahwa Jembatan Mahakam adalah salah satu Icon samarinda. sehingga perawatan Cat nya pun dijaga. selain itu juga terdapat tulisan “Jembatan Mahakam” yang sangat besar dan dapat dilihat dari arah kota samarinda. Pada saat malam, Tulisan ini akan menyala terang dan membuat Jembatan Mahakam tampak lebih cantik pada malam hari.

Titik buhul Bentang utama, Bresing Atas, dan titik buhul Rangka Bawah

Titik buhul Bentang utama, Bresing Atas, dan titik buhul Rangka Bawah

l

Apabila terdapat hal-hal lain yang menarik dari jembatan yang termasuk favorit saya ini akan ditampilkan berikutnya. jika ad yang request untuk photo-photo bagian bagiannya, yah, insyallah kalo ada di tampilkan, kalo ga ada, ya ditunggu kepulangan saya berikutnya saja yah. hehe

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.