Bedanya, kali ini bawa pasukan. Kalo kemarin Cuma saya dan rina, hari itu ditambah Aco, Lia, Ning dan Ana. Wah, kenapa cewe’ semua… awalnya sih Cuma ngajak aco, tapi yang lain jadi pengen ikut. Yah, apa mau dikata, gpp wis, soalnya besok juga aq dah balik, yang penting mobilnya cukup. Waktu itu pake mobil pinjaman, mobilnya ana, Honda Jazz Vtec Sporty. Ah, balik ke topic lah…
Nah, pencarian dimulai dari Desa Tegalweru kecamatan Dau Malang. Perjalanan dimulai dengan jalanan aspal mulus dengan badan jalan sekitar 4m (standar jalan desa) dengan geometri tipe touring (meliuk-liuk+tanjakan). Setelah bertanya pada penduduk sekitar, akhirnya ditunjukkan lokasi yang kemungkinan terdapat nursery tersebut. Perjalanan mulai masuk ke jalan macadam. Awalnya sih berbatu agak tumpul dan relative rata (Jazz masih ngatasi), lama kelamaan macadam mulai rusak, batu sudah tajam-tajam. Untungnya clearance Jazz nya agak ditinggikan, soalnya pakai velg 18” + front, side, rear bumper sehingga kolong ga terlalu mentok. Lama-kelamaan jalan macadam berubah jadi jalan setapak dengan lebar 2.5m, wis ga’ ono’ batu-batu, relief jalan bergelombang dan ga’ ada jalan mutar. Wah, ini yang agak repot, soalnya bukan make jip yang bisa muter dimana aja, kalo ga biasa, salah-salah jazz nya bisa “kepatek” ga bisa keluar. Mana nie cewek-cewek dah pada panik pula (ini nih yang repot,hehe), jangankan nursery, kehidupan aja dah mulai ga tampak. Setelah berjalan terus mencari tempat berputar ga dapat, Akhirnya dengan sedikit trik, jazz bisa mutar balik di jalan miring yang agak melebar. Fiuuuhhh…gitu kata merek
Setelah menelpon balik ke kantor nursery di dinoyo dan ditunjukkan dengan lisan arah lokasinya, perjalanan dilanjutkan dengan jalan macadam lagi. Kembali kita dihadapkan masalah, jalan macadam yang berbatu tajam itu ga’ buntu, tapi ga’ bisa mutar dan jalannya akan sangat menanjak (sekitar 50derajat). Untuk Jazz yang setingan gear nya high (pengguyaan kota), menanjak pelan dengan gigi 1 layaknya jip ber-final gear low bukanlah solusi. kalau Bermain kopling supaya tetap naik pun bakal membuat kampas jadi bau hangus. Akhirnya, Jazz pun mati 2 kali ditanjakan.
Setelah itu jazz saya turunkan mundur lagi, kampas pun bau hangus. setelah cek mesin dan transmisi ok, Muatan 5 orang cewek itu diturunkan dan jazz saya tancap lagi dengan kecepatan min-20km/jam (supaya gear low nya ga bekerja ekstra keras) , jazz pun sampai ke puncak tanjakan dengan mudah. Ternyata jalan tersebut tembus ke jalan aspal dari arah dieng menuju ke desa petungsewu. Setelah itu kami mencari jalan tembus menuju kota batu.
Pencarian nursery pun dihentikan, saya anggap ga’ jodoh aja..hehe..
Kami jalan terus menuju daerah wisata payung, sesampainya di payung 3, ternyata juga banyak anggrek dijual, mulai dari anggrek panda, anggrek bulan hingga anggrek kalajengking. Setelah sibuk-sibuk memilih, dibelilah 2 batang anggrek panda yang sudah berbunga dan 3 batang anggrek kalajengking.
Setelah shalat dhuhur di masjid pujon, perjalanan dilanjutkan ke selecta kota batu, tujuannya tetap anggrek, hehe. Setelah lama memilih-milih akhirnya dibelilah 1 batang anggrek bulan, dan 1 batang anggrek butterfly. Trus kita juga mampir ke dinas pertanian kota batu, harapannya juga ketemu anggrek dan jamur, karena plang nya ditulis menyediakan jamur tiram.
Ternyata pas ditanyakan ke penjaganya, panennya udah dari jam 2 siang tadi, dan baru panen lagi besoknya. Yaaahh.. kecewa, akhirnya kita minta liat-liat ke rumah jamur nya aja. Ternyata memang bener, jamurnya banyak banget, jamur tiram putih, dan banyak yang sudah siap panen.
Jamur Ini menggunakan media ampas gergaji (disini pakai ampas kayu sengon kebanyakan) yang sudah di beri ragi jamur. pemanenan dilakukan setiap hari. Umur jamur ini adalah 10 hari hingga siap panen. jadi, taktik panennya diselang-seling. jadi setiap hari (jam 2 siang) bisa dipanen terus.
Ngomongin masalah rasa, enak juga lho, “macam rasa ayam aje”.
Ga’ lama liat-liat ada pekerja yang mau memanen jamurnya, wah kebetulan, dan bagusnya lagi kita gak papa beli langsung sama dia. Siiip lah, dari pencarian anggrek akhirnya jadi jazz offroad sama wisata petik jamur deh. Hehehe..













Ehm … Nie commen ku buat bales jasa + nggak mau dikatain medit comment … fotonya ada loh yang mirip ama yang diblog ku (nggak KREATIP tuch)
lucu aja sie … kalau g kenal ama kamu dah pasti aku mikir kamu pecinta anggrek … abiz anggrek banget … !!!
oia … pict yang terakhir kok fotoku kepotong … g terima aku !!!
allow…
q mau infonya yang jamur tiram dunk alamtnya dimana?…
kl blh jg, diantara kalian da yang bisa bwt ngsih info nggak? lwt HP atopun e-mail…
mkci bxk bwt infonya.
Alamatnya gampang…
Dinas Pertanian, Kota Batu, Kabupaten Malang-JATIM
daerah Selecta…
kira2 info alamat itu aja deh…
untuk masalah detail rmah jamurnya, dalam waktu dekat ini akan ke sana lagi, mau ngambil dokumentasi n teknis pembibitan dan perawatan jamur kok…
ja… kurang maxnyus…malihat gmbranya aja,tanpa langsung merasakanya.dmn dpt merasainya dmalang ja???
halooo bos,kita calon2 pengusaha sukses…salam sukses…