Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2013

Orang dalam, secara umum di negeri tercinta ini sangat identik dengan Nepotisme.

Sudah jadi rahasia umum bahwa banyak instansi pemerintah maupun swasta yang menggunakan cara-cara ini untuk mendapatkan posisi, kursi, masuk sebagai karyawan ataupun hanya mempersingkat antrian.

Sampai sampai saat seorang kawan bisa masuk dinas PU di suatu daerah di jawa timur, dia ditanya oleh pegawai yang sudah lama bekerja disana. “kemarin bayar berapa mas?”, dijawab tidak bayar, ditanya lagi “disini keluarganya siapa?”, dijawab bukan keluarga siapa-siapa. Mungkin masih ada rasa malu sehingga tidak tambah bertanya “kok bisa masuk sini?”, hehehe.

1332403425753714440

sumber ilustrasi : irrasistible.wordpress.com pada kompasiana.com

Back to the topic. Namun, perlu digaris bawahi bahwa cerita tadi REAL. Cerita tersebut menggambarkan bahwa Nepotisme merupakan hal yang sudah SANGAT BIASA dimasyarakat kita, terutama di keluarga-keluarga yang sudah biasa melakukannya.

Hal yang ingin saya angkat disini adalah, benarkah peran “orang dalam” itu TIDAK DIBENARKAN sama sekali. Sebelum kita beranjak lebih jauh ke ‘orang dalam’, mari kita bahas tentang ‘rekomendasi’.

‘Rekomendasi’ dalam kamus bahasa indonesia disebutkan sebagai “minta perhatian bahwa orang yang disebut dapat dipercaya, baik, dsb (biasanya dinyatakan dengan surat)”.

‘Merekomendasikan’ dalam kamus bahasa indonesia adalah ‘menasihatkan’ atau ‘menganjurkan’.

Dalam banyak hal, rekomendasi sangat diperlukan. Sebagai contoh dalam pengajuan beasiswa, hampir seluruh beasiswa meminta aplikan melampirkan surat rekomendasi dari pimpinannya, dosennya, atau seniornya. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa secara umum, rekomendasi yang diharapkan adalah yang berasal dari orang yang ‘lebih tinggi’ dari yang direkomendasikan. Bisa juga diartikan orang yang lebih punya pengaruh atau lebih dipercaya.

Rekomendasi sangat diperlukan, mengingat ini adalah alat percepatan dalam hal mendapatkan kepercayaan dari seseroang atau sebuah pihak. Dengan dituliskannya rekomendasi dari orang yang lebih dapat dipercaya atau lebih punya pengaruh, maka lebih tinggi juga ekspektasi/harapan yang ditaruh oleh pihak peminta surat rekomendasi kepada orang yang diberi rekomendasi. Bagi yang beragama muslim, pemberian rekomendasi pun juga sudah dilakukan pada masa sahabat Rasulullah SAW terdahulu.

Kembali lagi bahasa ‘orang dalam’. Jika kita membahas mengenai orang yang punya pengaruh ataupun lebih dipercaya, dalam sebuah organisasi, intansi ataupun perusahaan swasta, jika pemberi rekomendasi bukanlah chairman dalam perusahaan besar, kepala daerah, walikota ataupun pejabat tinggi lainnya, maka pemberi rekomendasi yang lebih punya pengaruh ataupun dapat dipercaya adalah ‘orang dalam’. Dalam hal ini ‘orang dalam’ yang dimaksud juga diharapkan orang yang punya posisi lumayan sampai ke tinggi dalam perusahaan tersebut. Orang yang punya posisi rendah namun punya prestasi ataupun track record yang baik pun bisa dijadikan sebagai ‘orang dalam’ yang bisa membuat rekomendasi.

Dari paragraf diatas, secara langsung dapat saya katakan bahwa memiliki link ‘orang dalam’ adalah ASET BERHARGA, terutama yang punya posisi baik. Namun perlu digaris bawahi, karena per-labelan ASET BERHARGA ‘orang dalam’ saat ini sudah mengarah ke perilaku yang tidak baik dan berujung pada NEPOTISME. Nah, bagaimana agar tidak menjadi Nepotisme? Padahal jelas saya akui bahwa memiliki ‘orang dalam’ adalah Aset Berharga.

Pertama, apa yang anda harapkan/minta dari ‘orang dalam’ tersebut? Memasukkan anda langsung? Memudahkan/Mempercepat/Meng-skip test anda? Disini dengan jelas saya meng-sugestikan anda bahwa jangan lakukan hal tersebut / jangan berfikir hal tersebut. Jika anda ingin memasuki sebuah perusahaan atas keinginan anda sendiri, maka carilah cara-cara yang prosedural ataupun cara-cara yang dilakukan orang lain.

Kedua, Sadari kemampuan anda. Jika anda sudah mengetahui standar penerimaan, ataupun syarat yang dibutuhkan. Intropeksi diri apakah anda mampu melakukan/melewatinya. Hal ini penting, karena sangat berpengaruh pada reputasi pemberi rekomendasi anda (jika anda meminta rekomendasi). Ada baiknya meminta saran dari orang dalam mengenai bagaimana membekali diri mengenai hal-hal yang kurang dari diri anda.

Ketiga, Mintalah Rekomendasi, ‘orang dalam’ maupun orang luar. Dalam hal ini, sangat diharapkan bahwa ‘orang dalam’ yang diminta rekomendasi adalah yang memahami anda seperti apa, minimal karakter anda, sehingga ia bisa memberikan penilaian pada tim penyeleksi / penilai / HRD. Meminta rekomendasi inilah YANG MENJADI PEMBEDA anda masuk dengan Nepotisme ataupun jalur resmi dengan Rekomendasi. Mungkin tidak perlu meminta formal, cukup mengabarkan saja. Jika anda memang layak direkomendasikan ataupun memang strongly recomended, tanpa perlu mengemis minta dimasukkan, anda pasti diusahakan untuk masuk.

sumber ilustrasi : thebutlerjournal.com

Jangan befikir bahwa orang dalam akan selalu mengusahakan anda masuk. Banyak orang dalam yang juga sebenarnya MERASA BERAT untuk memasukkan seseorang lantaran tidak jelas kualitasnya ataupun sudah tau kualitasnya buruk dan hanya mau tinggal masuk saja. Bahkan keluarga sekalipun, pasti ada dalam fikirannya seperti itu. Namun memang sudah jadi budaya Nepotisme indonesia, perkara sungkan, kasihan, dsb, ya diusahakan saja.

Pengalaman saya, saya sudah beberapa kali merekomendasikan orang untuk masuk perusahaan yang saya tempati. Pernah ada yang minta tolong dibantu dimasukkan. Terang saya jelaskan padanya (untungnya lebih muda dari saya), “saya akan rekomendasikan kamu, saya tau kerja kamu bagus, namun hasilnya tetap ada di HRD dan banyak berdo’a saja”. Dan pada saat ada beberapa kandidat, dengan kuat saya rekomendasikan orang tersebut ke HRD supaya diterima, dan setelah diterima, ia dapat membuktikan kinerjanya yang sangat baik.

Seorang teman juga pernah saya masukkan langsung, tanpa test dengan rekomendasi saya. Dalam hal ini memang saya yang mencari-cari dia, saya yang butuh sebagai asisten, saya sudah tau kinerja dan karakternya, dan dia sebelumnya juga tidak pernah meminta saya memasukkan dalam perusahaan yang saya tempati. Dan saat ini teman saya itu sudah bekerja, selalu berkinerja baik dan saya dapat melihat jelas bahwa selain untuk prestasinya, dia berkinerja baik untuk dapat menjaga nama baik saya.  Sangat mudah untuk masuk dengan jalur yang ini, saya sangat berharap anda-anda juga mendapatkan jalur cepat ini. Tentunya, imbangi dengan prestasi, nama baik dan kinerja anda. 😉

Semoga dapat mencerahkan, dan memberikan suggest untuk ‘MERUBAH SEDIKIT’ mengenai cara ‘PEMANFAATAN ORANG DALAM’. 😉

fachwords

Advertisements

Read Full Post »