Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Engineering’ Category

Orang dalam, secara umum di negeri tercinta ini sangat identik dengan Nepotisme.

Sudah jadi rahasia umum bahwa banyak instansi pemerintah maupun swasta yang menggunakan cara-cara ini untuk mendapatkan posisi, kursi, masuk sebagai karyawan ataupun hanya mempersingkat antrian.

Sampai sampai saat seorang kawan bisa masuk dinas PU di suatu daerah di jawa timur, dia ditanya oleh pegawai yang sudah lama bekerja disana. “kemarin bayar berapa mas?”, dijawab tidak bayar, ditanya lagi “disini keluarganya siapa?”, dijawab bukan keluarga siapa-siapa. Mungkin masih ada rasa malu sehingga tidak tambah bertanya “kok bisa masuk sini?”, hehehe.

1332403425753714440

sumber ilustrasi : irrasistible.wordpress.com pada kompasiana.com

Back to the topic. Namun, perlu digaris bawahi bahwa cerita tadi REAL. Cerita tersebut menggambarkan bahwa Nepotisme merupakan hal yang sudah SANGAT BIASA dimasyarakat kita, terutama di keluarga-keluarga yang sudah biasa melakukannya.

Hal yang ingin saya angkat disini adalah, benarkah peran “orang dalam” itu TIDAK DIBENARKAN sama sekali. Sebelum kita beranjak lebih jauh ke ‘orang dalam’, mari kita bahas tentang ‘rekomendasi’.

‘Rekomendasi’ dalam kamus bahasa indonesia disebutkan sebagai “minta perhatian bahwa orang yang disebut dapat dipercaya, baik, dsb (biasanya dinyatakan dengan surat)”.

‘Merekomendasikan’ dalam kamus bahasa indonesia adalah ‘menasihatkan’ atau ‘menganjurkan’.

Dalam banyak hal, rekomendasi sangat diperlukan. Sebagai contoh dalam pengajuan beasiswa, hampir seluruh beasiswa meminta aplikan melampirkan surat rekomendasi dari pimpinannya, dosennya, atau seniornya. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa secara umum, rekomendasi yang diharapkan adalah yang berasal dari orang yang ‘lebih tinggi’ dari yang direkomendasikan. Bisa juga diartikan orang yang lebih punya pengaruh atau lebih dipercaya.

Rekomendasi sangat diperlukan, mengingat ini adalah alat percepatan dalam hal mendapatkan kepercayaan dari seseroang atau sebuah pihak. Dengan dituliskannya rekomendasi dari orang yang lebih dapat dipercaya atau lebih punya pengaruh, maka lebih tinggi juga ekspektasi/harapan yang ditaruh oleh pihak peminta surat rekomendasi kepada orang yang diberi rekomendasi. Bagi yang beragama muslim, pemberian rekomendasi pun juga sudah dilakukan pada masa sahabat Rasulullah SAW terdahulu.

Kembali lagi bahasa ‘orang dalam’. Jika kita membahas mengenai orang yang punya pengaruh ataupun lebih dipercaya, dalam sebuah organisasi, intansi ataupun perusahaan swasta, jika pemberi rekomendasi bukanlah chairman dalam perusahaan besar, kepala daerah, walikota ataupun pejabat tinggi lainnya, maka pemberi rekomendasi yang lebih punya pengaruh ataupun dapat dipercaya adalah ‘orang dalam’. Dalam hal ini ‘orang dalam’ yang dimaksud juga diharapkan orang yang punya posisi lumayan sampai ke tinggi dalam perusahaan tersebut. Orang yang punya posisi rendah namun punya prestasi ataupun track record yang baik pun bisa dijadikan sebagai ‘orang dalam’ yang bisa membuat rekomendasi.

Dari paragraf diatas, secara langsung dapat saya katakan bahwa memiliki link ‘orang dalam’ adalah ASET BERHARGA, terutama yang punya posisi baik. Namun perlu digaris bawahi, karena per-labelan ASET BERHARGA ‘orang dalam’ saat ini sudah mengarah ke perilaku yang tidak baik dan berujung pada NEPOTISME. Nah, bagaimana agar tidak menjadi Nepotisme? Padahal jelas saya akui bahwa memiliki ‘orang dalam’ adalah Aset Berharga.

Pertama, apa yang anda harapkan/minta dari ‘orang dalam’ tersebut? Memasukkan anda langsung? Memudahkan/Mempercepat/Meng-skip test anda? Disini dengan jelas saya meng-sugestikan anda bahwa jangan lakukan hal tersebut / jangan berfikir hal tersebut. Jika anda ingin memasuki sebuah perusahaan atas keinginan anda sendiri, maka carilah cara-cara yang prosedural ataupun cara-cara yang dilakukan orang lain.

Kedua, Sadari kemampuan anda. Jika anda sudah mengetahui standar penerimaan, ataupun syarat yang dibutuhkan. Intropeksi diri apakah anda mampu melakukan/melewatinya. Hal ini penting, karena sangat berpengaruh pada reputasi pemberi rekomendasi anda (jika anda meminta rekomendasi). Ada baiknya meminta saran dari orang dalam mengenai bagaimana membekali diri mengenai hal-hal yang kurang dari diri anda.

Ketiga, Mintalah Rekomendasi, ‘orang dalam’ maupun orang luar. Dalam hal ini, sangat diharapkan bahwa ‘orang dalam’ yang diminta rekomendasi adalah yang memahami anda seperti apa, minimal karakter anda, sehingga ia bisa memberikan penilaian pada tim penyeleksi / penilai / HRD. Meminta rekomendasi inilah YANG MENJADI PEMBEDA anda masuk dengan Nepotisme ataupun jalur resmi dengan Rekomendasi. Mungkin tidak perlu meminta formal, cukup mengabarkan saja. Jika anda memang layak direkomendasikan ataupun memang strongly recomended, tanpa perlu mengemis minta dimasukkan, anda pasti diusahakan untuk masuk.

sumber ilustrasi : thebutlerjournal.com

Jangan befikir bahwa orang dalam akan selalu mengusahakan anda masuk. Banyak orang dalam yang juga sebenarnya MERASA BERAT untuk memasukkan seseorang lantaran tidak jelas kualitasnya ataupun sudah tau kualitasnya buruk dan hanya mau tinggal masuk saja. Bahkan keluarga sekalipun, pasti ada dalam fikirannya seperti itu. Namun memang sudah jadi budaya Nepotisme indonesia, perkara sungkan, kasihan, dsb, ya diusahakan saja.

Pengalaman saya, saya sudah beberapa kali merekomendasikan orang untuk masuk perusahaan yang saya tempati. Pernah ada yang minta tolong dibantu dimasukkan. Terang saya jelaskan padanya (untungnya lebih muda dari saya), “saya akan rekomendasikan kamu, saya tau kerja kamu bagus, namun hasilnya tetap ada di HRD dan banyak berdo’a saja”. Dan pada saat ada beberapa kandidat, dengan kuat saya rekomendasikan orang tersebut ke HRD supaya diterima, dan setelah diterima, ia dapat membuktikan kinerjanya yang sangat baik.

Seorang teman juga pernah saya masukkan langsung, tanpa test dengan rekomendasi saya. Dalam hal ini memang saya yang mencari-cari dia, saya yang butuh sebagai asisten, saya sudah tau kinerja dan karakternya, dan dia sebelumnya juga tidak pernah meminta saya memasukkan dalam perusahaan yang saya tempati. Dan saat ini teman saya itu sudah bekerja, selalu berkinerja baik dan saya dapat melihat jelas bahwa selain untuk prestasinya, dia berkinerja baik untuk dapat menjaga nama baik saya.  Sangat mudah untuk masuk dengan jalur yang ini, saya sangat berharap anda-anda juga mendapatkan jalur cepat ini. Tentunya, imbangi dengan prestasi, nama baik dan kinerja anda. 😉

Semoga dapat mencerahkan, dan memberikan suggest untuk ‘MERUBAH SEDIKIT’ mengenai cara ‘PEMANFAATAN ORANG DALAM’. 😉

fachwords

Read Full Post »

3 Jenis Pipa untuk Industri 

oleh : Fachreza Akbar 

Piping atau pemipaan, adalah pekerjaan yang akan selalu ditemukan dalam sebuah proyek migas. Walaupun tidak hanya di area migas saja, namun juga akan ditemukan di proyek-proyek keairan, pembuatan fasilitas industri, dan lain-lain.

Material Pipa

Secara umum, pipa dapat diartikan sebagai suatu benda yang relatif panjang, memiliki lubang dan berfungsi untuk memindahkan sebuah zat ataupun materi yang memiliki karakteristik dapat mengalir. Materi tersebut dapat berupa cairan, gas, uap, zat padat yang dilelehkan ataupun butiran yang sangat halus.

Bahan penyusun pipa yang digunakan pun sangat beragam dan tergantung kebutuhannya, mulai dari beton, kaca, timah, kuningan, tembaga, plastik, alumunium, baja tuang, baja karbon, dan baja alloy. Penggunaan material tersebut sangat tergantung pada peruntukan pemipaan, karena setiap material memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri. Namun karena pembahasan kali ini lebih ke arah pemipaan migas dan industri, maka bahan penyusun pipa yang paling banyak digunakan adalah baja karbon (carbon steel).

Proses pembuatan

Secara umum, ada 3 metode pembuatan pipa baja karbon, dimana juga metode tersebut menjadi nama untuk menyebutkan jenis pipa-pipa tersebut,(carbon steel) yang digunakan untuk bidang migas dan industri. ketiga metode itu adalah metode Seamless pipe, butt-welded pipe, dan spiral welded pipe.

3 Jenis pipa baja karbon

Seamless Pipe

Seamless pipe dalam arti bahasa artinya pipa tanpa sambungan. Dalam praktek pembuatannya, seamless pipe memang merupakan pipa yang dibentuk tanpa membuat sambungan sama sekali, sehingga tidak ada bagian dari pipa yang pernah terganggu atau berubah materialnya akibat panas pengelasan. Pipa ini dibuat dari baja silinder pejal, yang dilubangi dalam kondisi hampir meleleh, biasa disebut billet.

Ilustrasi pembuatan seamless pipe, 

 

manufaktur seamless pipe di pabrik.

Pada gambar tersebut, ditunjukkan sebuah besi pejal (billet) di apit dan di roll oleh Sizing rolls –merupakan roller pembentuk diameter luar- dan dilubangi oleh mandrel.

Dengan metode pembuatan tanpa join tersebut, pipa yang dihasilkan dapat lebih baik karena kualitas baja yang dihasilkan adalah hampir sama pada setiap area permukaan pipa. Selain itu, ketebalan dengan menggunakan metode ini, pipa yang memiliki ketebalan berapapun memungkinkan untuk diproduksi.

Butt-welded Pipe atau Straight welded pipe

Atau disebut juga sebagai pipa UOE. bahan baku pembuatan pipa ini adalah pelat baja dengan bentuk profil strip. Pelat baja tersebut dibentuk menjadi pipa dengan melengkungkan pipa tersebut kearah sumbu pendeknya dengan roll pembentuk (shaper roll) sehingga membentuk pipa sebuah pipa. Celah pertemuan kedua sisi pelat strip tersebut kemudian di las memanjang sehingga membentuk sebuah pipa tanpa celah. Detail pembuatan butt-welded pipe ditunjukkan pada gambar dibawah.

metode fabrikasi pipa straight welded pipe

pipa straight welded

Pipa ini memiliki keunggulan dimana kualitas dari dinding pipa sangat mudah untuk dikontrol dan memiliki ketebalan yang seragam. Hal ini disebabkan karena pipa ini berasal dari pelat strip yang pembuatannya relative sangat mudah untuk dikontrol kualitas dan ketebalan pelatnya, sehingga hasil saat dibuat menjadi pipa pun relative sama baiknya dengan kualitas pelatnya sebelum jadi. Selain itu, apabila dibutuhkan pipa menerus yang cukup panjang, pipa ini memiliki keunggulan karena mudah untuk difabrikasi.

Namun didalam industri migas, pipa jenis ini lebih sering ditemukan dalam bentuk elbow. Pipa jenis ini dihindari sebagai pipa panjang karena memilik kelemahan pada sambungan las kedua tepi pelat strip pada saat pembuatannya, dimana memerlukan inspeksi pada area pengelasannya, memanjang sepanjang pipa tersebut.

Spiral Welded Pipe

Dalam pasaran Indonesia biasa disebut pipa spiral, ada juga yang menyebutnya pipa casing. Meskipun namanya demikian, bukan berarti pipa ini berbentuk spiral, namun lebih merujuk kepada bahan baku pembuatannya yang merupakan pelat baja strip yang dibentuk menjadi spiral dan kemudian disambung sehingga membentuk sebuah pipa.

skema pembuatan pipa spiral

 manufaktur spiral pipe

Dalam system perpipaan, jenis pipa ini sangat dibatasi penggunaannya hanya untuk kebutuhan pipa dengan tekanan rendah karena ketipisannya. Bahkan dalam industri migas, pipa ini tidak digunakan dalam system pipa bertekanan, kebanyakan hanya digunakan sebagai casing untuk pondasi, atau pun sebagai pipe support. Keuntungan pipa ini adalah dapat dibuat menjadi sangat besar dengan mudah. Namun pipa ini memiliki kelemahan dimana ketebalan untuk dapat membuat spiral cukup terbatas, sehingga pipa ini relative tipis. Selain itu, jumlah sambungan yang cukup banyak per satuan panjangnya membuat inspeksi pengelasan menjadi lebih banyak -jauh lebih banyak dari pada straight welded pipe- apabila akan digunakan sebagai pipa bertekanan. (frz)

Read Full Post »