Feeds:
Posts
Comments

Jembatan Mahakam

Jembatan Mahakam adalah Jembatan Terpanjang pertama yang ada di Provinsi Kalimantan Timur.

Jembatan ini Menghubungkan Kota Samarinda dengan Daerah samarinda seberang. Jembatan ini juga menjadi salah satu ikon dari kota samarinda selain dari sungai mahakam yang luas, Stadion Palaran yang megah dan Islamic Center yang merupakan masjid termegah se-Asia Tenggara.

Jembatan Mahakam merupakan Tipe Jembatan Rangka Atas dengan 6 bagian bentang jembatan tanpa bentang aproach.

Spesifikasi Jembatan Mahakam:

1. Panjang Total                   : 400,00 meter

2. Bentang Terpanjang         : 100,00 meter

3. Lebar                               : 1.20 + 0.5 + 6.00 + 0.50 + 1.20 = 10.30 meter

4. Tipe Bangunan Atas         : Jembatan Rangka Baja Hollandia Kloos Kelas B

5. Tipe Bangunan Bawah      : Tiang Pancang Baja

6. Lokasi                             : km 5.00 dari kota samarinda

7. Waktu Pembangunan       : 1982-1986

8. Waktu selesai                  : 3 Agustus 1986

9. Perencana                        : Direktorat Jenderal Bina Marga

10. Metode Pelaksanaan      : Cantilever

11. Kontraktor Pelaksanaan : PT. Hutama Karya (Persero)

12. Biaya Konstruksi            : 7,2 Milyar

Tampak dari Arah Samarinda Seberang

Tampak dari Arah Samarinda Seberang

Tampak dari bentang terpanjang Jembatan

Tampak dari bentang terpanjang Jembatan

Jembatan Mahakam termasuk Jembatan yang cukup besar untuk jembatan sungai. Juga karena Dalam dan besar nya sungai mahakam, memungkinkan Kapal kapal besar lewat dbawahnya. mulai dari kapal sedang, Kapal tangker Menengah kebawah, hingga Ponton Batu bara dan Kayu.

Ponton Batu BARA

Ponton Batu BARA

Jembatan ini juga mempunyai bagian yang menarik yang jarang dimiliki jembatan di indonesia, yaitu lajur pedestrian (pejalan kaki). kebanyakan jembatan, jalur pedestrian ditempatkan di trotoar pada bagian dalam rangka jembatan. namun, pada jembatan mahakam, jalur tersebut ditempatkan pada dek yang berada diluar rangka jembatan, sehingga bersifat cantilever terhadap jembatan.

Dek Samping untuk jalur pejalan kaki dan sepeda

Dek Samping untuk jalur pejalan kaki dan sepeda

Dek pejalan kaki

Dek pejalan kaki

penempatan dek pejalan kaku ini menurut saya sangat bagus sekali, karena diharapkan keselamatan pejalan kaki menjadi lebih baik karena terlindungi dari manuver kendaraan yang berada dalam ruang jembatan yang terbatas.

Tulisan "Jembatan Mahakam"

Tulisan Jembatan Mahakam

Satu hal yang juga menarik dari Jembatan Mahakam, jembatan ini cukup terawat. Pemkot Samarinda Sadar bahwa Jembatan Mahakam adalah salah satu Icon samarinda. sehingga perawatan Cat nya pun dijaga. selain itu juga terdapat tulisan “Jembatan Mahakam” yang sangat besar dan dapat dilihat dari arah kota samarinda. Pada saat malam, Tulisan ini akan menyala terang dan membuat Jembatan Mahakam tampak lebih cantik pada malam hari.

Titik buhul Bentang utama, Bresing Atas, dan titik buhul Rangka Bawah

Titik buhul Bentang utama, Bresing Atas, dan titik buhul Rangka Bawah

l

Apabila terdapat hal-hal lain yang menarik dari jembatan yang termasuk favorit saya ini akan ditampilkan berikutnya. jika ad yang request untuk photo-photo bagian bagiannya, yah, insyallah kalo ada di tampilkan, kalo ga ada, ya ditunggu kepulangan saya berikutnya saja yah. hehe

Masih dalam tema pencarian Anggrek dan nursery VenusOrchid, dilanjutkan pada keesokan harinya dengan tempat pencarian yang sama.

Bedanya, kali ini bawa pasukan. Kalo kemarin Cuma saya dan rina, hari itu ditambah Aco, Lia, Ning dan Ana. Wah, kenapa cewe’ semua… awalnya sih Cuma ngajak aco, tapi yang lain jadi pengen ikut. Yah, apa mau dikata, gpp wis, soalnya besok juga aq dah balik, yang penting mobilnya cukup. Waktu itu pake mobil pinjaman, mobilnya ana, Honda Jazz Vtec Sporty. Ah, balik ke topic lah…

Nanya-nanya ke penduduk sekitar yang lewat (macam orang kesasar beneran)

Nanya-nanya ke penduduk sekitar yang lewat (macam orang kesasar beneran)

Nah, pencarian dimulai dari Desa Tegalweru kecamatan Dau Malang. Perjalanan dimulai dengan jalanan aspal mulus dengan badan jalan sekitar 4m (standar jalan desa) dengan geometri tipe touring (meliuk-liuk+tanjakan). Setelah bertanya pada penduduk sekitar, akhirnya ditunjukkan lokasi yang kemungkinan terdapat nursery tersebut. Perjalanan mulai masuk ke jalan macadam. Awalnya sih berbatu agak tumpul dan relative rata (Jazz masih ngatasi), lama kelamaan macadam mulai rusak, batu sudah tajam-tajam. Untungnya clearance Jazz nya agak ditinggikan, soalnya pakai velg 18” + front, side, rear bumper sehingga kolong ga terlalu mentok. Lama-kelamaan jalan macadam berubah jadi jalan setapak dengan lebar 2.5m, wis ga’ ono’ batu-batu, relief jalan bergelombang dan ga’ ada jalan mutar. Wah, ini yang agak repot, soalnya bukan make jip yang bisa muter dimana aja, kalo ga biasa, salah-salah jazz nya bisa “kepatek” ga bisa keluar. Mana nie cewek-cewek dah pada panik pula (ini nih yang repot,hehe), jangankan nursery, kehidupan aja dah mulai ga tampak. Setelah berjalan terus mencari tempat berputar ga dapat, Akhirnya dengan sedikit trik, jazz bisa mutar balik di jalan miring yang agak melebar. Fiuuuhhh…gitu kata merek

Jazz Setelah keluar dari siksaan light offroad

Tenang saja, ini bukan mobil ku kok... cumi', cuma minjam...

Setelah menelpon balik ke kantor nursery di dinoyo dan ditunjukkan dengan lisan arah lokasinya, perjalanan dilanjutkan dengan jalan macadam lagi. Kembali kita dihadapkan masalah, jalan macadam yang berbatu tajam itu ga’ buntu, tapi ga’ bisa mutar dan jalannya akan sangat menanjak (sekitar 50derajat). Untuk Jazz yang setingan gear nya high (pengguyaan kota), menanjak pelan dengan gigi 1 layaknya jip ber-final gear low bukanlah solusi. kalau Bermain kopling supaya tetap naik pun bakal membuat kampas jadi bau hangus. Akhirnya, Jazz pun mati 2 kali ditanjakan.

Setelah itu jazz saya turunkan mundur lagi, kampas pun bau hangus. setelah cek mesin dan transmisi ok, Muatan 5 orang cewek itu diturunkan dan jazz saya tancap lagi dengan kecepatan min-20km/jam (supaya gear low nya ga bekerja ekstra keras) , jazz pun sampai ke puncak tanjakan dengan mudah. Ternyata jalan tersebut tembus ke jalan aspal dari arah dieng menuju ke desa petungsewu. Setelah itu kami mencari jalan tembus menuju kota batu.

Pencarian nursery pun dihentikan, saya anggap ga’ jodoh aja..hehe..

Tampang Jazz setelah light offroad

Tampang Jazz setelah light offroadPhoto-photo dulu sebelum cabut ke kota batu

Kami jalan terus menuju daerah wisata payung, sesampainya di payung 3, ternyata juga banyak anggrek dijual, mulai dari anggrek panda, anggrek bulan hingga anggrek kalajengking. Setelah sibuk-sibuk memilih, dibelilah 2 batang anggrek panda yang sudah berbunga dan 3 batang anggrek kalajengking.

Payung 3 kota batu

Payung 3 kota batu

Anggrek Panda

Anggrek Panda

Setelah shalat dhuhur di masjid pujon, perjalanan dilanjutkan ke selecta kota batu, tujuannya tetap anggrek, hehe. Setelah lama memilih-milih akhirnya dibelilah 1 batang anggrek bulan, dan 1 batang anggrek butterfly. Trus kita juga mampir ke dinas pertanian kota batu, harapannya juga ketemu anggrek dan jamur, karena plang nya ditulis menyediakan jamur tiram.

Rina, aCO, Lia, Ning Shalat dzuhur di masjid Pujon

Rina, aCO, Lia, Ning Shalat dzuhur di masjid Pujon

Macam-Macam Anggrek

Macam-Macam Anggrek

Ternyata pas ditanyakan ke penjaganya, panennya udah dari jam 2 siang tadi, dan baru panen lagi besoknya. Yaaahh.. kecewa, akhirnya kita minta liat-liat ke rumah jamur nya aja. Ternyata memang bener, jamurnya banyak banget, jamur tiram putih, dan banyak yang sudah siap panen.

Jamur Ini menggunakan media ampas gergaji (disini pakai ampas kayu sengon kebanyakan) yang sudah di beri ragi jamur. pemanenan dilakukan setiap hari. Umur jamur ini adalah 10 hari hingga siap panen. jadi, taktik panennya diselang-seling. jadi setiap hari (jam 2 siang) bisa dipanen terus.

Ngomongin masalah rasa, enak juga lho, “macam rasa ayam aje”.

Ga’ lama liat-liat ada pekerja yang mau memanen jamurnya, wah kebetulan, dan bagusnya lagi kita gak papa beli langsung sama dia. Siiip lah, dari pencarian anggrek akhirnya jadi jazz offroad sama wisata petik jamur deh. Hehehe..

Rumah Koleksi Dinas Pertanian Kota Batu

Rumah Koleksi Dinas Pertanian Kota Batu

Media Jamur Tiram yang terbuat dari ampas Gergaji

Media Jamur Tiram yang terbuat dari ampas Gergaji

Panen Jamur Bersama

Jamur Tiram Budidaya

Budidaya Jamur Tiram

Budidaya Jamur Tiram

Panen Jamur Bersama

yaa, ditimbang-timbang dulu lha

yaa, ditimbang-timbang dulu lha

Klarifikasi dulu deh sebelum mulai. bukan berarti saya menulis ini karena saya hobies anggrek lho.

tapi karena ibunda saya kepengen dicarikan anggrek dari malang supaya ntar dibawakan waktu pulang ke samarinda. yah, buat nambahin koleksi anggreknya yang udah “bejibun” di rumah (red: banyak/numpuk).

nah, ditampilin disini supaya ntar bisa milih yang mana dimaunya.

target nya adalah nursery VenusOrchid di desa tegalwaru, Dau Malang.

pencarian pertama mendatangi pemilik nursery VenusOrchid  dijalan venus 44 dinoyo. ternyata pemiliknya adalah dosen dari fakultas pertanian Universitas Brawijaya malang yang bernama ibu Tati’.

Koleksi anggreknya cukup banyak. namun tidak semuanya ada dirumahnya di dinoyo. ada anggrek langka dari hutan toraja, anggrek bulan yang bisa harum waktu pagi, anggrek oktober, anggrek macan, anggrek tebu yang tingginya katanya bisa 3meter!, macam-macam lah. saya mah ga begitu mengerti, yang ngerti ya rina, teman saya yang nemanin jalan-jalan, sekaligus partnernya ibu saya kalo cari bunga disini.

Koleksi anggrek bu tati. kecil sih tempatnya, dan tidak begitu banyak kalo yang ada di rumahnya. tapi koleksinya berbobot lho.

Koleksi anggrek bu tati. kecil sih tempatnya, dan tidak begitu banyak kalo yang ada di rumahnya. tapi koleksinya berbobot lho.

Tempat koleksi bu tati emang ga gitu gede’ sih, cuma koleksinya bagus-bagus dan langka. juga ada beberapa anthurium gelombang cinta yang katanya hrganya bisa buat beli laptop itu.hehe…

Anggrek Toraja

Anggrek Toraja

ini nih, yang bikin kaget. awalnya sih kucuekin aja, soalnya kukira bunga anggrek yang sudah layu/mau mati (hehe, ga ngerti sih).  ternyata ini adalah anggrek toraja yang emang cuma tumbuh di toraja aja (awalnya, akhirnya kan dimalang juga ada, hehe). kata ibu nya sih ngedapatinnya langsung ngambil dari hutan toraja. hehe, gimana kalo jalan-jalan ke kaltim bu’, ngoleksi anggrek hitam yang cuma ada di kaltim itu.

Anggrek Toraja Full Resolution

Anggrek Toraja Full Resolution

hmmm, lupa namanya.hehe

hmmm, lupa namanya.hehe

nah, ini saya lupa nama anggreknya… bentuknya rada’ aneh sih. baru kali ini juga liat yang bgitu, dirumah ga ada sih. hehe.

Anggrek Oktober

Anggrek Oktober

Yang ini namanya anggrek oktober kalo ga salah. kenapa yo’ namanya begitu, soalnya katanya cuma berbunga di bulan oktober aja.

Bakal Anggrek Tebu

Bakal Anggrek Tebu

nah, ternyata di rumah bu tati ga cuma ada rumah anggrek, tapi juga terdapat laboratorium pembibitan anggrek. (yah, dasarnya emang dosen pertanian kok). nah, yang diatas itu adalah bakal nya anggrek tebu yang tinggi nya bisa sampe 3 meter.

kumpulan calon anggrek

kumpulan calon anggrek

Botol bibit anggrek

Botol bibit anggrek

berfoto bersama bu tati'

berfoto bersama bu tati

Ratusan Ribu Perempuan di beberapa daerah di pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi telah menjadi korban banjir dan longsor sejak Oktober 2007 sampai Februari 2008. Bencana ekologis tersebut merupakan akibat dari penggundulan hutan secara sistematis. Perempuan memiliki beban berat pada saat bencana alam terjadi karena kami memikirkan ketersediaan pangan untuk anak dan keluarga, kesehatan anak dan kesehatan reproduksi perempuan terancam di daerah pengungsian dengan sanitasi yang buruk.

Di tengah kondisi ini, pemerintah seolah tanpa beban mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan yang berlaku di Departemen Kehutanan RI. Tarif sewa antara 120-300 per meter2 per tahun untuk hutan produksi.

Melalui PP tersebut pemerintah mengizinkan dilakukannya pembukaan hutan lindung dan hutan produksi untuk kegiatan perusahaan industri skala besar, misalnya kegiatan pertambangan, kegiatan perkebunan kelapa sawit di berbagai daerah seperti di aceh, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua maupun beberapa daerah lain.

PP No. 2/2008 memungkinkan perusahaan tambang semakin leluasa mengubah kawasan hutan lindung dan hutan produksi menjadi kawasan tambang skala besar, hanya dengan membayar sewa Rp. 1,8 juta hingga Rp. 3 juta perhektarnya. Lebih murah lagi untuk tambang minyak dan gas , jaringan telekomunikasi, instalasi air, jalan tol dan stasiun pemancar radio. Dengan harga tersebut berarti dapat menyewa hutan lindung Rp120 sampai Rp 300 permeter persegi per tahun (300/m2/tahun.

PP ini akan makin meluluhlantakan lebih dari 900 ribu hektar hutan lindung di Indonesia yang akan dilakukan oleh 13 Perusahaan. Selain itu PP ini juga berpotensi untuk memuluskan jalan bagi 158 perusahaan tambang lainnya untuk mengobrak-abrik 11,4 juta hektar hutan lindung lainnya yang semuannya bisa dilakukan dengan hanya membayar Rp. 300/m2.

Selain itu, PP No. 2 tahun 2008, telah menimbulkan inkonsistensi terhadap hukum yang ada. Misalnya bertentangan dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan, UU No.5 Tahun 1990 tentang kehutanan, dan UU No. 4 Tahun 1999 tentang Keanekaragaman Hayati dan UU No. 7 Tahun 1984 tentang Ratifikasi Convention on the Elimantion of all froms Discrimination Against Women (CEDAW). Pasal 14 CEDAW menyebutkan bahwa perempuan pedesaan dijamin hak dan aksesnya dalam pengelolaan sumber daya hutan.

CEDAW menegaskan bahwa kebijakan dan Hukum Negara perlu mengatasi ketidakseimbangan melalui langkah-langkah korektif atau perbaikan dan memastikan kesetaraan dalam kesempatan, keterlibatan perempuan, askes dan pemanfaatan untuk kehidupan perempuan pedesaan dalam pengelolaan sumberdaya hutan. PP No 2/2008 merupakan upaya kearah perluasan pemanfataan hutan lindung untuk kepentingan pertambangan dan perkebunan sawit bagi kegiatan industri yang semakin berpeluang menghancurkan hubungan sosiologis dan kultural terhadap kehidupan perempuan. Begitu banyak perempuan yang tinggal di kawasan Hutan dan memperoleh akses sumber-sumber ekonomi untuk keberlanjutan hidup dan kehidupan anak dan keluarganya. Dikeluarkannya PP No.2 Tahun 2008, fakta sosial dan keadilan menunjukkan bahwa PP tersebut telah memisahkan perempuan dari alam dengan menghabiskan hutan lindung untuk kepenting industri melalui sewa menyewa dan jual beli hutan yang dilakukan oleh pemerintah.

Penggundulan dan pengambilalihan kawasan hutan telah menyingkirkan perempuan dari sumber-sumber kehidupannya, misalnya tanah, air, flora-fauna, mineral, energi, organisme kehidupan, atmosfir, dan iklim. Perempuan tidak lagi bisa memungut hasil hutan seperti rotan, damar, kayu, bahkan berbagai jenis tanaman obat yang penting bagi keberlanjutan hidup. Perempuan mengalami pembatasan akses dan kontrol dalam pengelolaan sumberdaya hutan, ketika Industri ekstraktif diberi peluang untuk menguasai dan mengeksploitasi Hutan.

Perempuan menghadapi beban hidup yang makin sulit, antara lain: pertama, harus memikirkan ekonomi keluarga yang sebelumnya mereka peroleh dari hutan. Kedua, hilangnya kearifan dan pengetahuan lokal perempuan dalam pengelolaan sumberdaya alam akibat hutan-hutan mereka diambil alih untuk kepentingan industri.

Ketiga adalah penghancuran dan pencemaran lingkungan akibat kegiatan pertambangan berpeluang menimbulkan ancaman kesehatan reproduksi perempuan dan kesehatan anak-anak yang tinggal area pertambangan dan perkebunan sawit, dan keempat adalah ancaman kekerasan pisik, psikis dan ancaman kekerasan seksual dari pihak-pihak yang mengamankan kegiatan industri. PP No.2/2008 makin memberi ruang terjadinya subordinasi perempuan, diskriminasi dan ancaman kekerasan sampai pemiskinan akibat ekploitasi hutan secara sistematis. Artinya, PP ini semakin menegaskan kontrol negara atas pikiran, tubuh dan serta kehidupan perempuan. Hal ini menunjukan bahwa Negara telah lalai mengimplementasikan Convention on the Elimantion of all froms Discrimination Against Women (CEDAW) menjamin perlindungan hak-hak perempuan pedesaan dalam upaya pemenuhan keberlanjutan hidup dan kehidupan perempuan.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka Solidaritas Perempuan menyatakan:

(1) Pemerintah RI segera “Mencabut Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2008″

(2) Komitmen untuk Selamatkan Hutan Lindung dengan “Menyewa Hutan” agar tidak dirusak oleh pertambangan dan perkebunan sawit.

(3) 840 anggota Solidaritas Perempuan (SP) dengan berbagai latar belakang profesi; ibu rumah tangga, aktivis, akademisi, praktisi, petani, nelayan, buruh migran perempuan yang berdomisili di berbagai daerah di Indonesia berkomitmen “Menyewa Hutan”. Setiap orang membayar Rp 1500 untuk menyewa hutan lindung seluas 5m2/2 tahun. Dengan uang Rp. 1.260.000,- kami menyewa hutan seluas 4.200m2 selama 2 tahun.

(4) Bagi masyarakat yang ingin bergabung menyelamatkan hutan, mohon kirim info ke Walhi di 081210581481 dan sms ke no Hotline Presiden RI di 9949, ketik: Yth. Presiden SBY, saya ikut Menyewa Hutan Lindung 5m2/2 tahun. Uang sewa sebanyak Rp 1.500 akan diserahkan Solidaritas Perempuan dan Eknas Walhi kepada Menteri Keuangan RI dan Menteri Kehutanan RI.

untuk tahap pelaksanaan akan dimulai tahap pembuatan Jembatan, Latihan Rutin di GEDUNG.A, hingga tahap pelaksanaan di politeknik negeri jakarta. Adapun formasi dari AMERA-UB 2008,

Jumlah Tim AMERA adalah 2 Tim:

1. Tim Acemano – Jembatan Stalingrad

2. Tim Punakawan – Jembatan AmeraRoso

Dosen Pembimbing:

Ir. Sugeng P. Budio, MS

Ir. Wisnumurti, MT

Pendamping:

Ir.Tri Budi Prayogo, MT (PD III)

Kru berjumlah 42 orang masing-masing dari angkatan:

2007 – 2 orang

2006 – 18 orang

2005 – 1 orang

2004 – 19 orang

.

PERSIAPAN, PELAKSANAAN AMERA dan KJI-4

Pembuatan Jembatan

Perakitan Segmen di Lab.Proses Prod. Mesin UB
Perakitan Segmen di Lab.Proses Prod. Mesin UB
Pengawasan Pembuatan Rangka Utama Jembatan Stalingrad

Sayangnya dalam pembuatan jembatan AmeraRoso dari tim kayu tidak dapat ditampilkan. dalam pembuatan ini, untuk tim baja Acemano, bekerjasama dengan Lab.Proses Produksi Brawijaya. Pengerjaan dibantu oleh 2 orang petugas Lab dan pengawasan dilakukan langsung oleh kami sendiri.

.

Latihan Rutin AMERA

Show time AMERA-Tim Punakawan
Show time AMERA-Tim Punakawan di Lap.Parkir Ged.A
Latihan AMERA-Tim Acemano di Lab.Struktur
Latihan AMERA-Tim Acemano di Lab.Struktur
Latihan AMERA - Tim Acemano Di lab.struktur
Latihan AMERA – Tim Acemano Di lab.struktur

Latihan dilakukan oleh masing-masing tim baja dan tim kayu minimal 7 kali latihan. dilakukan bergantian antara tim baja dan tim kayu di lab.struktur secara bergantian. Show time (latihan diluar ruangan dan disaksikan oleh semua mahasiswa dan dosen) dilakukan apabila masing-masing tim sudah cukup latihan dan siap.

.

Pemberangkatan

Punakawan di Upacara Pelepasan
Punakawan di Upacara Pelepasan

berdoa dulu

berdoa dulu

Pada tanggal 6 Agustus 2008 adalah pemberangkatan AMERA ke jakarta. Sebelum pemberangkatan dilakukan upacara pemberangkatan yang diikuti oleh PD III, Kajur, Sekjur, dosen pembimbing, HMS, Panitia Jurusan, Kru dan peserta. bertempat di ruangan Lab.struktur dan beton (biasanya di lap.parkir ged.A, tapi kondisi kemarin ga memungkinkan).

.

Persiapan di Pit Stop

Photo duluu.. baru kerja

Photo duluu.. baru kerja

Ayo kerja-kerja

Pada tanggal 7 agustus siang kami tiba dijakarta secara bersamaan (Kru-naik kereta, Peserta dan Jembatan naik Bus UB). Setelah sampai di makara UI, sore nya kami langsung menuju ke Pit Stop yang disediakan oleh panitia. di pit stop semua peralatan, jembatan, alat bantu, launcher, dan rangka pemberat disiapkan. kemudian, jembatan baja dan kayu disegel oleh panitia dan boleh dibuka lagi pada saat pelaksanaan.

.

Upacara Pembukaan KJI-4 2008

(lewat dulu ya)

Tahap Presentasi

(lewat dulu ya)

Ternyata untuk rekayasa desain jembatan ga selalu membutuhkan program-program berat dan mahal macam staadpro, SAP, dll. setelah sibuk dan pusing-pusing mencari program yang sederhana dan user friendly, akhirnya saya temukan juga Bridge Designer dari West Point. ini sudah saya pakai sejak awal 2008, sebenarnya program ini banyak digunakan untuk kompetisi lomba desain rekayasa jembatan. hmm, tapi cocok juga untuk latihan-latihan sendiri dan iseng-iseng desain jembatan.

tampilan awal bridge designer

tampilan awal bridge designer

program ini sederhana, jauh lebih user friendly dibandingkan dengan staadpro ataupun SAP.2000, apalagi animasi hasil rekayasa langsung bisa dilihat. bayangkan saja, masa’ iya progam jembatan, file installernya ga sampe 10MB…!!!

tapi, dengan segala kelebihan itu, tentu saja tak mungkin lha tanpa kekurangan. pilihan dalam mendesain relatif terlalu sempit, tidak banyak pilihan bentang dalam mendesain. model abutmen pun sudah ditetapkan. rekayasa ukuran batang pun tidak banyak memberikan pilihan, yah, bisa dimaklumi, dengan ukuran file instaler segitu tentu saja database nya juga terbatas.

Pilihan Pembebanan

Pilihan Pembebanan

Pilihan bentuk rangka

Pilihan bentuk rangka

namun, lepas dari itu semua, menurut saya pribadi sih, program ini sangat asik untuk mendesain model rangka-rangka sesuka kita, mau bentuk rangka seaneh kamu mau juga bisa, yang penting masih sesuai dengan jumlah segmen dan tumpuan yang dimasukin.

apalagi animasi nya dapat langsung dilihat. asik ya!, sayangnya disini agak sulit nampilin gambar GIF, padahal contoh animasinya mau kutampilkan.

asik ya, bisa bikin model rangka terserah kamu

asik ya, bisa bikin model rangka terserah kamu

Animasi Jembatan dengan rangka sesukamu

Animasi Jembatan dengan rangka sesukamu

nah, untuk downloadnya, klik aja bridge designer di blogroll sebelah kanan nie. ntar langsung download yang for XP/VISTA  sebesar 3.6 MB.

Untuk cara penggunaan nya bisa di buka di link di bawah ini,

manualbridgedesigner07

gampang kok, asal suka utak-atik software aj bisa jago kok.

untuk calon  TIM AMERA UB, tenang aja, insyallah bakal ada pelatihan untuk program ini kok. mudahan aja bisa dilaksanakan. yang penting, buat aja dulu tim-tim kalian.

buku LRFD

buku LRFD

buku LRFD
buku LRFD

struktur baja dengan dosen pengajar Ir.Sugeng P. BudiO,MS menggunakan LRFD dari T.Segui dan SNI 30-1729-2002 sebagai bahan materi kuliah.
untuk yang belum pernah melihat buku LRFD, ya kira-kira bukunya seperti yang diatas itu.

hehe, tebel sih, alhadulillah saya sudah dapat pinjaman. kalau yang belum dapat, kalau ga salah di perpus sipil ada kok.
untuk yang pdf SNI-30-1729-2002 bisa di download disini.

sni-03-1729-2002-tata-cara-perencanaan-struktur-baja-untuk-bangunan-gedung
Langsung masuk ke pembahasan yah…

Intinya, dalam perencanaan bangunan, baik baja, beton ataupun komposit berlaku konsep:

beban dikalikan faktor beban harus lebih kecil atau sama dengan Kekuatan struktur dikalikan dengan faktor reduksi kekuatannya.” (AISC)

mengapa demikian,

.

“Beban dikalikan faktor beban”,

pada sebuah bangunan akan terjadi berbagai jenis beban, mulai dari beban mati, berat sendiri, beban hidup/berjalan, beban hujan, angin, salju, dsb.

sudah barang tentu beban yang ada tidak akan mutlak sama setiap waktu, terutama beban hidup, dan beban luar (hujan, angin, salju). pada beban hidup misalnya, dalam sebuah ruangan pada suatu gedung terdapat 5 orang didalamnya, namun juga bisa terjadi terdapat 100 orang didalamnya, belum lagi ditambah faktor kejut (100 tadi orang loncat2/lari2 misalnya, hehehe…), maka beban yang akan terjadi pun sangat bervariasi. karena itu beban perlu dikalikan faktor bebannya.

contoh kombinasi faktor beban (AISC) :

1.2  (beban mati) + 1.6 (beban hidup) + 0.5 (Hujan/Salju/Angin)

.

“Kekuatan struktur dikalikan dengan faktor reduksi kekuatannya”

Pada sebuah bangunan, terdapat 100 balok dan 50 Kolom Misalnya. terdapat balok A, B, C, D … Z. maka, tidak akan terdapat 2 balok yang memiliki kekuatan sama persis. karena bagaimanapun juga, balok2 tersebut adalah buatan manusia, banyak faktor yang mempengaruhi kekuatannya (kualitas campuran mortar semen, vitalitas pekerja, dsb). seperti yang penulis alami pada saat perakitan jembatan untuk Kompetisi Jembatan Indonesia, dimana dari 21 lonjor baja profil Siku yang dipesan, terdapat 5 batang yang cacat dan tidak layak pakai setelah diteliti dengan cermat. hal-hal semacam itu akan sangat mempengaruhi kekuatan dan stabilitas dari sebuah bangunan. karena itu, kekuatan dari sebuah konstruksi harus dikalikan dengan reduksi kekuatannya.

.

“harus lebih kecil atau sama dengan”

Nah, ini yang paling penting. sebagai seorang engineer struktur, kita harus dan wajib memastikan bahwa bangunan kita aman. karena bagaimanapun juga, bangunan kita akan digunakan oleh orang lain dan orang-orang tersebut mempercayakan kelangsungan hidup mereka (bahwa mereka tidak akan kerobohan bangunan) di tangan perencanaan para engineer.

kemungkinan  failure yang dibolehkan di indonesia adalah 0,001, atau seperseribu. berarti dari 1000 bangunan yang kita buat cuma boleh gagal 1. kalo seumur hidup kita cuma bisa buat 500 jembatan dan 300 gedung, berarti kita ga boleh gagal sama sekali, karena 500+300 masih = 800, belum 1000.

(oo…gitu…ya, kata dosen saya sih…hehe, tapi bener juga emang).

Hubungan Beban dan KekuatanKurva Hubungan Beban yang terjadi dengan Kapasitas Struktur

f(Q) = Beban rencana yang terjadi

f(R) = Kapasitas struktur bangunan

dari grafik diatas dapat dilihat bahwa nilai kapasitas suatu bangunan harus lebih besar dari pada beban yang terjadi dan bertemu di satu titik. apabila kurva kapasitas terlalu besar dari beban yang terjadi, bangunan jadi lebih aman sih, tapi jadi boros, alhasil, ga di pake lagi deh kamu untuk ngerancang gedung.

tapi apabila kurva kapasitas lebih berada dibelakang kurva beban, ya, jelas aja ga aman, bakal roboh, masuk penjara deh…

makanya, hubungan paling ideal adalah yang seperti diatas tadi.

yah, sementara segitu dulu… paling nggak kita pengenalan dulu masalah konsep perencanaan struktur baja (yang yang diatas berlaku juga untuk bangunan beton, dll). kalo seluruh isi mata kuliah ku masukin disini, whaa, banyak sekali pak, ambil mata kuliahnya aj, cm 4 sks kok….hehehe